Politeknik Tempo —
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (Pelita) resmi menetapkan Shalfi Andri, S.P., M.M. sebagai Ketua Umum Antar Waktu Dewan Pengurus Pusat (DPP)
Pelita untuk masa bakti 2026–2027.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Rapat
Dewan Pengurus Pusat Pelita yang diselenggarakan secara daring
pada Jumat, 3 Juli 2026, dan dihadiri oleh 12 perwakilan pengurus pusat dari
berbagai daerah di Indonesia.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta secara aklamasi menyepakati penunjukan Shalfi Andri sebagai
Ketua Umum Antar Waktu untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi hingga
berakhirnya masa kepengurusan periode 2026–2027. Keputusan ini diambil sebagai
bentuk komitmen organisasi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta
memastikan berbagai program strategis Pelita tetap berjalan sesuai dengan
agenda yang telah ditetapkan.
Penunjukan ini dilakukan menyusul wafatnya Ketua Umum Pelita sebelumnya, Akhwanul Akhmal, yang selama masa
kepemimpinannya dikenal memiliki dedikasi dan komitmen tinggi dalam
memperjuangkan kepentingan perguruan tinggi vokasi swasta di Indonesia.
Almarhum dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam memperkuat kolaborasi
antarpoliteknik swasta, memperluas jejaring organisasi, serta mendorong
peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan kebutuhan
dunia usaha dan dunia industri.
Mengemban amanah tersebut, Shalfi Andri mengaku menerima kepercayaan
tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Menurutnya, kepemimpinan yang baru
bukan sekadar melanjutkan roda organisasi, tetapi juga meneruskan cita-cita
besar yang telah dirintis oleh almarhum Ketua Umum.
"Ini adalah amanah yang berat karena harus meneruskan perjuangan
dan harapan dari Almarhum Pak Akhmal. Namun dukungan dari teman-teman pengurus
memberikan semangat yang positif. Saya percaya perjuangan ini tidak dapat
dilakukan sendiri, melainkan harus dijalankan bersama-sama dengan semangat
kolaborasi demi kemajuan politeknik swasta di Indonesia," ujar Shalfi
Andri.
Ia juga menegaskan bahwa Pelita akan terus menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh politeknik swasta di Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi, mulai dari peningkatan mutu akademik, penguatan tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah.
Direktur Eksekutif Pelita, Ginanjar,
menjelaskan bahwa penunjukan Ketua Umum Antar Waktu merupakan langkah penting
agar organisasi tetap berjalan secara efektif dan mampu menjalankan
agenda-agenda strategis yang telah direncanakan.
Menurutnya, dalam waktu dekat Pelita akan mempersiapkan sejumlah program
nasional, di antaranya Rapat Kerja
Nasional (Rakernas) Pelita Tahun 2026 sebagai forum penyusunan
program kerja organisasi, sekaligus Musyawarah
Nasional (Munas) Tahun 2027 yang akan menjadi momentum evaluasi
organisasi dan pemilihan kepengurusan baru.
"Kami membutuhkan sosok yang memahami perjalanan organisasi sejak
awal, memiliki pengalaman dalam kepengurusan, serta mampu menjaga semangat
kebersamaan yang menjadi fondasi Pelita. Pak Shalfi merupakan salah satu
inisiator berdirinya Pelita pada tahun 2022 sehingga sangat memahami visi,
misi, dan arah perjuangan organisasi," jelas Ginanjar.
Shalfi Andri sendiri bukan sosok baru di lingkungan Pelita. Sebelum dipercaya sebagai Ketua Umum Antar Waktu, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum DPP Pelita dan aktif mengawal berbagai program organisasi sejak awal pembentukannya. Di luar organisasi, ia juga menjabat sebagai Direktur Politeknik Tempo, serta memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan tinggi vokasi dan industri media.
Sebagai salah satu pendiri Pelita, Shalfi terlibat dalam proses pembentukan
organisasi sejak deklarasi pada tahun 2022. Pengalaman tersebut menjadi modal
penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan organisasi sekaligus memperkuat
posisi Pelita sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pendidikan
tinggi vokasi swasta.
Di bawah kepemimpinan baru, Pelita menargetkan penguatan sinergi
antaranggota, peningkatan kapasitas kelembagaan politeknik swasta, perluasan
jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta peningkatan
kontribusi organisasi dalam penyusunan berbagai kebijakan pendidikan tinggi
vokasi di tingkat nasional.
Seluruh jajaran Dewan Pengurus Pusat Pelita menyatakan dukungan penuh
terhadap kepemimpinan Shalfi Andri. Para pengurus optimistis bahwa kepemimpinan
baru akan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya sekaligus
membawa organisasi semakin adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan dan
kebutuhan industri.
Sebagai organisasi yang menghimpun politeknik swasta dari berbagai wilayah
Indonesia, Pelita berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi, advokasi,
dan pengembangan pendidikan vokasi yang berkualitas. Melalui semangat
kebersamaan dan inovasi, Pelita bertekad memperkuat peran pendidikan tinggi
vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, adaptif,
serta mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.