Desain Media

Keunggulan Program Studi

Perkembangan media massa yang didukung oleh perkembangan teknologi membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.  Desainer grafis dan desainer media di masa depan membutuhkan kemampuan dan keterampilan grafis yang kuat, namun juga perspektif dan pemikiran ke arah digital yang bisa diandalkan.

TEMPO sebagai institusi media yang punya sejarah dan pengalaman panjang dalam pengelolaan media memiliki keunggulan di bidang desain, khususnya desain media, terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam upaya mencerdaskan kehidupan dengan mendirikan Politeknik Tempo khususnya Program Studi Desain Media. 

Sepak terjang TEMPO dalam mengelola media dan mengembangkan desain media, baik media cetak maupun media digital, kemudian kami kelola menjadi suatu sistem pengetahuan menjadikan bidang desain media ini sebagai institution competitiveness Program Studi Desain Media Politeknik Tempo. 

Dengan misi mengembangkan pengajaran dan penelitian di bidang desain dan menyebarluaskan hasil bagi masyarakat, kami yakin bahwa kehadiran Prodi Desain Media Politeknik Tempo akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan masyarakat di Indonesia.

Kehadiran Program Studi Desain Media Politeknik Tempo tidak hanya membantu menjawab permasalahan nasional terkait dengan penciptaan generasi kreatif yang siap memasuki lapangan kerja yang memiliki daya saing di level nasional, regional, maupun internasional, serta mampu menjadikan desain media menunjukkan ciri khas, nilai-nilai, serta identitas keindonesiaan sehingga mampu bersaing dengan industri media internasional.

Program Studi Desain Media Politeknik Tempo memfokuskan pengembangan keahlian di bidang desain media dan komunikasi multimedia, bidang yang belum banyak dilirik oleh perguruan tinggi lain yang sebagian besar mengembangkan program studi desain dengan fokus pada komunikasi visual periklanan.

Ciri khas Program Studi Desain Media di Politeknik Tempo adalah memadukan pengetahuan teori dan keterampilan praktis yang berbasis industri media dan teknologi digital.  Tujuannya adalah untuk mencetak desainer yang andal untuk mengisi tenaga profesional dalam industri desain, media dan digital. Andal yang dimaksud adalah kemampuan mengolah ide, kreativitas, dan keterampilan, dalam mengolah pesan atau komunikasi secara terstruktur dalam bentuk desain visual. Selain itu sistem pendidikan di Politeknik Tempo juga membekali mahasiswa dengan kemampuan entrepreneurship. Agar tercipta para pelaku start-up baru yang mandiri di masa depan.

Dengan semangat Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, Program Studi Desain Media Politeknik TEMPO ingin mengembangkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka karena program ini selaras dengan spirit yang ingin dikembangkan oleh Politeknik TEMPO. Semangat ingin menanamkan dan mengembangkan aspek profesionalitas sejak dini pada mahasiswa, dengan mendekatkan proses pembelajaran semirip mungkin dengan dunia kerja dan dunia industri. 

Kampus merdeka diharapkan juga dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh dan siap kerja. Proses pembelajaran dalam Kampus Merdeka merupakan salah satu perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. 

Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan nyata, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan pencapaiannya.

Profil Lulusan

    Program Studi ini menfokuskan pengembangan keahlian di bidang desain media dan komunikasi multimedia. Bidang ini adalah spesialisasi dari desain komunikasi visual yang menitikberatkan pada pendalaman produksi desain media digital. Politeknik Tempo adalah sekolah pertama dan satu-satunya di Indonesia saat ini yang membuka program studi desain media.

    Kebutuhan akan tenaga kreatif di bidang Media digital sangat tinggi. Para desainer andal menjadi rebutan perusahaan media dan semua bisnis yang mengandalkan komunikasi multimedia sebagai ujung tombak pemasaran bisnisnya seperti marketplace dan online retail. Saat ini hampir tidak ada satupun bisnis yang tak tersentuh media digital. Semua perusahaan yang bervisi modern pasti mempunyai website dan semua media turunannya, seperti: flyers, poster, banner, foto, video dan konten kreatif lainnya.  

    Program Studi Desain Media Politeknik TEMPO mengembangkan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Selain di dalam kelas, sistem pembelajaran dilakukan dalam bentuk praktek magang di lapangan. Mahasiswa bisa menggali ilmu dan pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan, dibimbing langsung oleh para profesional di bidangnya. Sehingga mahasiswa tak hanya tahu aspek teoritis namun juga dibekali pengetahuan praktis. Hal ini selaras dan spirit Politeknik TEMPO yang betul-betul mengembangkan aspek profesionalitas, untuk mendekatkan proses pembelajaran semirip mungkin dengan dunia kerja dan dunia industri.

    Profil Lulusan Program Studi Desain Media Politeknik TEMPO adalah menghasilkan Desainer Media yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendesain media digital. Mampu berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan masalah komunikasi di era digital. Selain masuk ke dunia industri lulusan Politeknik Tempo juga dibekali pengetahuan bisnis agar bisa mandiri membuka bisnis rintisan (startup) di bidang media digital dan konten kreatif. 

    Dosen Tetap

    Dosen Program Studi Desain Media berasal dari kombinasi akademisi dan praktisi, hal ini akan membuat materi kuliah yang disampaikan akan lebih komplit, kombinasi antara teori dan kenyataan di lapangan. Berbagai hal yang terjadi di dunia profesional akan dijadikan studi kasus terutama yang berkaitan dengan desain.
    1. Beny Maulana, S.Sn, M.Ds.
    Sarjana DKV dari ITB ini mempunyai kemampuan hebat dalam ilustrasi terutama gambar anatomi, komik dan penciptaan karakter. Keandalannya dalam colouring dan shading dengan teknik digital mengantar pria ini mendalami komputer grafis di Woosong University Korea Selatan. Setelah mendapat gelar Magister Computer Design, pria kelahiran Bengkulu 38 tahun lalu ini bekerja menjadi desainer digital sejak 2009. Awal kariernya dilalui di Kementerian Komunikasi dan Informasi, berlanjut di Stellar Labs dan terakhir membangun start up CIAYO yang mengkhususkan pada produksi komik. Di Politeknik Tempo, Beny akan membimbing mahasiswa di mata kuliah ilustrasi, desain karakter, animasi, dan komputer grafis. Berbekal pengalaman studi di Korea Selatan, Beny bisa membuka koneksi dengan jaringan pendidikan dan pelaku desain di negeri K-Pop, sebagai salah satu kiblat animasi dunia.
    2. Cindy, S.Sn., M.Ds.
    Lulusan S1 IKJ dan Magister Desain dari ITB ini sangat menguasai gambar manual maupun digital. Kemampuan itu sangat dibutuhkan untuk membuat berbagai teknik ilustrasi. Kemampuan lainnya adalah desain layout dan merancang strategi kampanye yang diasah dari pengalamannya saat terlibat dalam proyek-proyek kampanye sosial selama bertahun-tahun. Membuat narasi visual juga satu kelebihan yang dimiliki perempuan kelahiran Jakarta, 31 tahun lalu. Ia bisa diandalkan untuk mengajarkan mahasiswa cara membuat story telling untuk komik, infografis, ilustrasi editorial dan story board dalam pembuatan konsep videografi
    3. Henry Wijaya, S.Ds., M.Ds. 
    Mengambil konsentrasi Multimedia saat mengambil S1 di Sekolah Tinggi Desain Interstudi. Keilmuannya dilanjutkan ke Program Magister Desain dari Universitas Trisakti, lulus tahun 2018. Peminatannya terhadap multimedia sejak awal mengantar Henry meniti karier sebagai desainer motion graphic di MNC TV. Karier profesional pria berusia 30 tahun ini meningkat hingga menjabat Senior Motion Graphic di RTV. Pengalaman yang kaya di industri multimedia dan broadcast menjadi bekal Henry untuk membagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa di Politeknik Tempo. Animasi, motion graphic, video editing adalah mata kuliah yang akan dipegang oleh Henry.
    4. Kresnawan Budiargo, S.Sn., M.Ds.
    Kresnawan adalah desainer grafis lulusan S1 DKV dari Institut Seni Indonesia, Ia sangat menguasai gambar ilustrasi serta perangkat animasi dan multimedia. Pengalaman bekerja di industri pertelevisian membuat pria yang biasa dipanggil Argo ini ingin membagi ilmu dengan para mahasiswa. Ia akan membekali mahasiswa kemampuan teknis yang mumpuni, agar lulusan vokasi bisa langsung beradaptasi dengan dunia kerja. Argo akan mengajar mata kuliah ilustrasi, desain interaktif dan multimedia. Kemampuannya dalam bidang foto juga bisa diandalkan untuk membimbing mahasiswa dalam mata kuliah fotografi. Jenjang Magister Desain (S2) diraihnya dari Universitas Trisakti, melengkapi kompetensi pria kelahiran Makassar 30 tahun lalu dari sisi teori ilmu desain.
    5. Munzir Fadly, S.Sn., M.Sn.
    Munzir Fadly adalah seorang desainer yang mempunyai kemampuan lengkap sebagai orang media. Lulusan S1 IKJ ini sangat berpengalaman sebagai desainer media digital, desainer koran, majalah dan ilustrator. Sepuluh tahun sebagai desainer Tempo menjadikan Munzir sebagai tenaga kreatif yang diandalkan di Grup Tempo Media. Dunia profesional Munzir bisa dibagi sebagai dasar pengetahuan dan pembelajaran tentang industri media. Dibarengi dengan keilmuan yang diraih dari Magister Desain di IKJ, Munzir akan memberi materi perkuliahan yang lengkap bagi mahasiswa. Pria yang lahir di Depok  tahun 1982 lalu ini akan mengasuh mata kuliah Desain Media, Teknik Produksi Cetak, Desain Website dan Media Digital.