Politeknik Tempo — Mahasiswa Program Studi Produksi Media
Politeknik Tempo berkesempatan belajar langsung tentang dunia penyiaran melalui
kunjungan industri ke kantor pusat TvOne di Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada
Kamis (23/10). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Apriyano Muhammad
Perkasa, Staf Government & Community Relation TvOne.
Dalam sambutannya, Apriyano menjelaskan bahwa TvOne
merupakan stasiun berita nomor satu di Indonesia berdasarkan data pemirsa. Ia
juga menekankan pentingnya kunjungan industri bagi mahasiswa untuk memahami
praktik nyata dunia kerja, khususnya di bidang media penyiaran.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai
sejarah perusahaan, visi dan misi, serta segmentasi penonton TvOne. Berdiri
sejak 14 Februari 2008 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
TvOne membawa semangat “Maju, Berkembang, Cinta Bangsa, dan Positif” dengan
target audiens mulai dari remaja hingga ibu rumah tangga berusia 20–45
tahun.
TvOne telah meraih berbagai penghargaan bergengsi,
di antaranya Anugerah Syiar Ramadhan, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2022
melalui program Fakta TvOne berjudul “Sumur Resapan Anies”, serta Anugerah KPI
2022 untuk program “Duka di Kaki Semeru”.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya
pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi Public Relations TvOne menghadapi
era disrupsi digital. Apriyano menjelaskan bahwa meskipun televisi konvensional
menghadapi tantangan besar, TvOne beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial
seperti Instagram dan WhatsApp sebagai saluran komunikasi baru dengan audiens.
Sabila, mahasiswa semester 5, menanyakan bagaimana
TvOne menjaga komunikasi dua arah dengan publik. Pertanyaan ini membuka diskusi
menarik mengenai fungsi pers yang terus dijaga TvOne, yaitu informatif,
edukatif, kontrol sosial, dan hiburan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Hamid, Opening Bumper Break (OBB) TvOne, yang menegaskan bahwa produk jurnalistik harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia juga memaparkan proses kerja redaksi TvOne — mulai dari koordinasi dengan biro daerah, rapat redaksi, hingga penentuan skala prioritas berita. “Jika Presiden menggelar konferensi pers, seluruh program bisa disesuaikan agar informasi tersampaikan secara up-to-date melalui Kabar Terkini,” jelasnya.
Firman, mahasiswa semester 3, turut menanyakan
peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia penyiaran. Pihak TvOne
menegaskan bahwa AI bukan untuk menggantikan presenter, melainkan untuk
memperkaya inovasi program dan memperkuat verifikasi berita guna melawan fake
news. Presenter AI tetap diproduksi melalui proses jurnalistik yang melibatkan
redaktur dan produser seperti halnya berita biasa.
Acara kemudian dilanjutkan oleh Ade Pepe, Manager
News Gathering TvOne, yang memperkenalkan Karni Ilyas Award—kompetisi
jurnalistik dengan total hadiah Rp100 juta bertema “Membaca Ulang Indonesia”.
Kompetisi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap dedikasi jurnalis senior
Karni Ilyas, yang juga pernah berkarier di Majalah Tempo sebagai Redaktur
Pelaksana.
Sebagai penutup, TvOne menayangkan film dokumenter
karya mahasiswa Produksi Media Politeknik Tempo. Acara dilanjutkan dengan
pertukaran cendera mata antara Politeknik Tempo dan TvOne, serta tur keliling
studio On-Air, Newsroom, dan Control Room, di mana mahasiswa dapat menyaksikan
langsung proses pengendalian tayangan berita secara real-time.
Kunjungan industri ini memberikan wawasan berharga
bagi mahasiswa tentang dunia jurnalistik televisi dan peran media dalam
menghadapi transformasi digital. Selain memperkaya pengalaman akademik,
kegiatan ini juga menanamkan nilai profesionalisme, etika, dan kesiapan
menghadapi tantangan dunia penyiaran modern.