Politeknik
Tempo-Suasana Perpustakaan Politeknik Tempo pada Rabu (21/10) terasa
berbeda dari biasanya. Ruangan yang biasanya hening berubah menjadi panggung
penuh energi dan tawa ketika EdShareOn bersama Politeknik Tempo menghadirkan
kuliah umum bertajuk “Dapur Kreator” dalam program EdShareOn Ngampus.
EdShareOn Ngampus, platform podcast inspiratif yang telah berdiri sejak 2023 dan dikenal dengan pembahasan isu sosial serta politik, kali ini mengupas sisi lain dunia kreator digital. Sosok yang dihadirkan pun tak kalah menarik: Eddy Wijaya, seorang kreator YouTube yang dikenal karena gaya penyampaiannya yang lugas dan autentik.
Sejak awal sesi, Eddy berhasil memikat perhatian mahasiswa dari berbagai program studi. Dengan gaya khasnya yang santai namun tajam, ia membedah perjalanan seorang kreator dari titik nol hingga sukses dikenal publik. “Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan,” tegas Eddy, membuka pembicaraan dengan kalimat yang membuat audiens terpaku.
Ia kemudian memperkenalkan konsep “The Grind” — fase di mana kreativitas diuji oleh kedisiplinan dan konsistensi. “Saya tahu, kalian sibuk kuliah. Tapi kalau ingin berhasil di dunia konten, waktu yang sedikit harus dimanfaatkan maksimal. Efisien dan terstruktur. Jangan harap viral kalau belum all-in di empat tahap ini,” ujarnya bersemangat.
Eddy juga menyoroti pentingnya riset pasar di YouTube. Menurutnya, mahasiswa bisa mulai dari hal-hal dekat dengan kehidupan kampus: tips public speaking, review alat kuliah, atau bahkan keseharian mahasiswa kreatif. “Ingat, YouTube itu mesin pencari kedua terbesar setelah Google. Kalau kalian nggak riset keyword dan judul, konten kalian bakal tenggelam,” ujarnya sambil memaparkan strategi analisis kompetitor dan menemukan niche yang berpotensi tumbuh jangka panjang.
Tak lupa, Eddy menekankan peran thumbnail dan judul video sebagai “pintu masuk” kesuksesan. “Thumbnail itu gerbangnya, judul itu iklannya. Dua hal itu menentukan click-through rate kalian,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa interaksi awal dengan penonton sangat penting untuk membangun koneksi dan sinyal positif bagi algoritma YouTube.
Kuliah umum ini bukan sekadar sesi berbagi ilmu, tetapi juga ruang pembakaran semangat. Eddy menutup materinya dengan pesan sederhana namun kuat: “Jadilah kreator yang bukan hanya viral, tapi juga berdampak.”
Dengan bekal wawasan dan strategi dari sang kreator, para mahasiswa Politeknik Tempo pulang dengan mata berbinar dan semangat baru. EdShareOn Ngampus “Dapur Kreator” pun resmi berakhir, meninggalkan inspirasi besar—bahwa setiap ide, sekecil apa pun, bisa menjadi awal dari perubahan besar di dunia digital.