Politeknik Tempo – Hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru
(PKKMB) Politeknik Tempo angkatan 2025 berlangsung padat dan penuh makna.
Berlangsung di lantai 6 Politeknik Tempo, kegiatan pada Selasa ini difokuskan
pada pembekalan akademik sekaligus penanaman nilai kebangsaan.
Rangkaian acara
dibuka oleh MC Zikrul Fauzan dan Alifah Olivia, disusul doa bersama, lalu
menyanyikan Indonesia Raya, Hymne, dan Mars Politeknik Tempo yang membangkitkan
semangat mahasiswa baru. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada visi dan
tujuan Politeknik Tempo sebagai bekal awal memahami kultur kampus.
Materi pertama
dibawakan oleh Muhammad Taufiqurohman, Jurnalis Senior Tempo, dengan topik
“Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri.” Sebelum sesi dimulai,
diputarkan lagu Totalitas Perjuangan – Mars Mahasiswa serta Buruh Tani karya
Safi’i Kemamang yang menyalakan energi dan semangat peserta sambil mengisi kuis
yang diberikan.
Taufiq
menyoroti dampak teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (AI), dengan
mencontohkan video rekayasa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sempat
menghebohkan publik. Ia mengingatkan, sejak kehadiran World Wide Web pada 1994,
dunia mengalami transformasi besar yang memengaruhi interaksi, akses informasi,
hingga pola transaksi.
Menurutnya,
perkembangan teknologi melahirkan profesi baru seperti ojek online dan kreator
konten, namun sekaligus menciptakan kelas pekerja digital yang rawan karena
minim perlindungan sosial. “Pekerja digital adalah wajah baru ekonomi kita.
Mereka membuka peluang, tetapi juga mencerminkan ketidakpastian yang harus kita
hadapi bersama,” ujarnya.
Sesi tanya
jawab berlangsung interaktif. Raffi, mahasiswa baru prodi Desain Media,
bertanya soal cara menyaring berita hoaks. Taufiq kemudian menunjuk Alifah
Olivia, Ketua UKM Korste (Komunitas Pers Politeknik Tempo), yang menjelaskan
adanya pelatihan cek fakta dari jurnalis Tempo Cek Fakta dengan sertifikasi
internasional ANNIE Lab.
Setelah itu,
Muhammad Nur Hidayat, Wakil Direktur Bidang Akademik sekaligus dosen Prodi
Produksi Media, menyampaikan materi tentang muatan lokal Politeknik Tempo yang
mencakup kewirausahaan, public speaking, penulisan, serta literasi digital.
Nurhi, sapaan akrabnya, membagikan perjalanan pribadinya dari mengirim tulisan
ke koran lokal hingga bergabung di Tempo Media Group.
Ia menekankan
pentingnya keterampilan praktis. Pada mata kuliah Pengukuran Kinerja Produksi
Media, misalnya, mahasiswa akan mempelajari strategi membangun perusahaan
dengan metode Canvas dan Balanced Scorecard. Ia juga menekankan pentingnya
public speaking untuk membangun kepercayaan, keterampilan menulis naskah dengan
three act structure, hingga kemampuan digital untuk melindungi diri dari hoaks
dan penipuan. “Bakat hanya 10 persen, sisanya kerja keras. Seperti naik sepeda,
dilatih terus-menerus hingga mahir,” pesannya.
Usai istirahat,
mahasiswa mengikuti ice breaking dan yel-yel kelompok yang menghidupkan
suasana.
Memasuki sesi
siang, Devi Marlita, Dosen Mata Kuliah Pancasila Politeknik Tempo, yang
menyampaikan materi “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran
Bela Negara.” Ia menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman hidup
sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan. Menurutnya, salah satu penghambat
kemajuan bangsa adalah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Kenapa 80
tahun merdeka kita belum bisa menjadi negara maju? Karena kita masih terjebak
KKN. PR itu ada di pundak mahasiswa. Saat lulus nanti, kalian harus ikut
memberantas KKN,” tegasnya.
Devi juga
menekankan peran mahasiswa sebagai agen persatuan. Ia mengajak peserta
merefleksikan cinta tanah air layaknya mencintai pasangan—membutuhkan
perhatian, komitmen, dan pengorbanan. “Kalau kita mencintai negara ini, kita
tidak akan rela mendengar orang menjelek-jelekkan Indonesia,” ujarnya.
Menjelang
penutupan, tiap kelompok diberi kesempatan berlatih untuk penampilan yang akan
dipersembahkan pada puncak acara PKKMB, Kamis (11/9).
Hari kedua
PKKMB diharapkan mampu menanamkan bekal pengetahuan, keterampilan, dan semangat
kebangsaan sehingga mahasiswa baru Politeknik Tempo siap menapaki perjalanan
akademis sekaligus menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.