Politeknik Tempo - Politeknik Tempo terus berinovasi dalam menciptakan metode
pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melihat besarnya potensi media
sosial, khususnya TikTok, sebagai sarana pengembangan bisnis digital di
kalangan Gen Z, Politeknik Tempo mengadakan workshop bertajuk “Cari Cuan
Lewat TikTok” pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Ruang Opini Politeknik
Tempo.
Acara ini dihadiri oleh
siswa-siswi dari SMA Triguna, SMK Wiyata Satya, dan SMK Sumpah Pemuda.
Tujuannya adalah memberikan bekal keterampilan nyata dalam memanfaatkan
platform TikTok untuk berwirausaha secara digital.
Workshop ini menghadirkan
dua narasumber inspiratif. Pertama, Rahmi Utami, S.Sos., M.B.A., dosen
Manajemen Pemasaran Internasional yang memberikan wawasan teoritis sekaligus
praktis tentang strategi pemasaran digital. Kedua, Nabila Ainiyyah,
seorang mahasiswi yang telah sukses membangun karier sebagai contentpreneur
melalui live selling di TikTok.
Keduanya memaparkan bahwa
TikTok bukan hanya sekadar platform hiburan, tetapi juga ladang penghasilan
yang menjanjikan bila digunakan secara tepat. Mereka menekankan pentingnya
memahami TikTok Shop, teknik engagement saat live, serta strategi
komunikasi dengan audiens yang dapat mendorong konversi penonton menjadi
pembeli.
Tidak hanya sesi
penyampaian materi, peserta juga diajak untuk langsung mempraktikkan apa yang
telah dipelajari melalui simulasi live selling. Mereka mencoba berbagai gaya
siaran langsung, mulai dari:
Antusiasme peserta terlihat
sangat tinggi saat mereka tampil melakukan simulasi live di depan umum. Selain
itu, sesi tanya jawab berlangsung aktif dan penuh semangat. Salah satu
pertanyaan menarik datang dari peserta yang ingin tahu, “Bagaimana cara
mempertahankan personal branding di TikTok?”
Ibu Rahmi menjawab dengan
lugas, “Ada tiga kunci utama dalam membangun dan mempertahankan personal
branding: Authenticity (jujur terhadap siapa diri Anda
sebenarnya), Visibility (terus tampil dan hadir di ruang publik),
dan Consistency (menjaga kepercayaan dan integritas brand
personal Anda).”
Kegiatan ini bertujuan
untuk:
Dengan pendekatan yang
humanis dan aplikatif, para peserta pulang tidak hanya dengan wawasan baru,
tetapi juga semangat dan keberanian untuk mulai berkarya di ranah digital.
Seperti yang disampaikan
oleh Nabila Ainiyyah dengan penuh semangat,
“Dari pasti bisa tapi
susah, menjadi susah tapi pasti bisa.”