Politeknik Tempo - Di tengah iklim bisnis yang semakin kompetitif, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga cakap dalam mengelola keuangan. Menyadari pentingnya literasi finansial sebagai fondasi utama dalam membangun usaha yang tangguh dan berkelanjutan, Politeknik Tempo bersama PELINDO Peduli dan RUANG& menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “UMKM Cerdas Finansial: Langkah Praktis Menuju Bisnis Berkelanjutan”, pada Selasa, 22 April 2025 yang dihadiri oleh 50 pelaku UMKM dari kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Bertempat di Politeknik Tempo, Gedung Tempo Lantai 7, Jakarta Selatan, pelatihan ini dihadiri puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor—mulai dari kuliner, fashion, jasa kreatif, hingga pengrajin lokal. Selama dua setengah jam yang penuh wawasan, para peserta mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pengelolaan keuangan usaha dari para narasumber berpengalaman yang juga merupakan dosen di Politeknik Tempo.
Lebih dari
Sekadar Pelatihan, Ini Adalah Ruang Tumbuh Bersama
Pelatihan ini bukan sekadar forum belajar biasa. Ini adalah ruang tumbuh bersama yang mempertemukan akademisi, dunia industri, dan pelaku usaha kecil dalam semangat kolaborasi. Tujuan utamanya bukan hanya menyampaikan teori, tetapi menjembatani pelaku UMKM dengan solusi nyata untuk tantangan keuangan yang mereka hadapi setiap hari.
Mengangkat tema “UMKM Cerdas Finansial”, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil agar dapat bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi pasca pandemi, digitalisasi yang masif, serta ketidakpastian pasar global.
“Kami percaya bahwa UMKM yang mampu memahami dan mengelola keuangannya dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bertahan, tumbuh, dan bahkan membuka lapangan kerja,” ujar Indira Tribhuwana T.D., SE., M.M, salah satu narasumber dan dosen Politeknik Tempo yang juga aktif mendampingi komunitas UMKM di Jakarta dan sekitarnya.
Dua Pakar
Keuangan, Dua Perspektif yang Saling Melengkapi
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki pengalaman luas di dunia pendidikan, bisnis, dan pemberdayaan masyarakat:
Rahmi Utami, S.Sos., M.B.A
Dosen dan praktisi yang memiliki spesialisasi dalam strategi keuangan untuk usaha kecil. Dalam sesi pertamanya, Rahmi membagikan cara mudah menyusun laporan keuangan sederhana, mengelola arus kas harian, dan mengenali titik kritis keuangan dalam siklus usaha mikro. Rahmi juga menekankan pentingnya pencatatan yang konsisten dan pemisahan antara uang pribadi dan uang usaha.
“Saya sering mendengar keluhan seperti ‘kok uangnya habis terus ya padahal laku’, dan itu terjadi karena tidak ada pencatatan yang jelas. UMKM harus mulai membiasakan diri mencatat meski hanya dengan buku tulis atau aplikasi gratis,” tegasnya.
Indira Tribhuwana T.D., SE.,
M.M
Sebagai dosen manajemen keuangan di Politeknik Tempo, Indira memberikan materi tentang penetapan harga berbasis biaya dan nilai, serta prinsip keberlanjutan dalam perencanaan usaha. Ia juga menekankan pentingnya membangun mental wirausaha yang berpikir jangka panjang.
“Keuangan yang sehat bukan hanya soal untung hari ini, tapi tentang bagaimana kita bisa membangun usaha yang tetap hidup lima sampai sepuluh tahun ke depan,” kata Indira kepada para peserta yang menyimak dengan antusias.
Antusiasme
Peserta: Belajar, Berdiskusi, dan Bertumbuh
Para peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Tak sedikit dari mereka yang aktif bertanya, berkonsultasi langsung, hingga berbagi pengalaman pribadi dalam mengelola keuangan usahanya.
Salah satu peserta, Bapak Faizal, pelaku usaha makanan rumahan dari palmerah, mengungkapkan, “Saya baru tahu cara menentukan harga jual yang tepat itu ternyata harus dihitung dari HPP dan ada komponen keuntungan yang realistis. Dulu saya asal kasih harga, kadang rugi tanpa sadar.”
Pelatihan juga memberi ruang bagi peserta untuk networking dan membuka peluang kerja sama antar sesama pelaku usaha, serta membuka potensi mentoring lanjutan dari Politeknik Tempo.
Kolaborasi
Strategis Dunia Pendidikan dan Dunia Industri
Pelatihan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial PELINDO Peduli, yang secara aktif mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM. Sinergi antara PELINDO Peduli dan Politeknik Tempo membuktikan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berkutat di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat sebagai agen perubahan.
Direktur Politeknik Tempo Shalfi
Andri menegaskan, “Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya mengajar dan
belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam solusi untuk masyarakat.
Program seperti ini menjadi jembatan antara kampus dan dunia nyata.”
Keuangan
sebagai Pilar Bisnis Berkelanjutan
Pelatihan ini menegaskan bahwa
literasi keuangan adalah pilar utama dalam membangun UMKM yang kuat dan
mandiri. Dari pengelolaan modal, arus kas, harga jual, hingga pencatatan
transaksi—semua adalah bagian dari proses menuju bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai langkah tindak lanjut,
Politeknik Tempo juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan
lanjutan, bimbingan usaha, dan akses literasi digital agar UMKM dapat semakin
adaptif di era transformasi digital.