Politeknik Tempo -
Momen perayaan Dies Natalis keempat Politeknik Tempo kembali diwarnai dengan
tradisi yang sarat makna: santunan anak yatim. Bertempat di Perpustakaan lantai
6 Gedung Tempo, Politeknik Tempo, Rabu, 16 April 2025, sebanyak 20 anak yatim
dari Panti Asuhan Kebayoran Lama hadir sebagai tamu istimewa dalam rangkaian
syukuran hari jadi kampus vokasi ini.
Tradisi ini bukan
sekadar seremoni. Sejak berdiri pada tahun 2021, Politeknik Tempo konsisten
menjadikan santunan anak yatim sebagai bagian inti dari perayaan ulang
tahunnya. Setiap tahun, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian kampus terhadap
masyarakat sekitar dan komitmen untuk terus berbagi. Pada perayaan Dies Natalis ke-4 tahun
2025 inipun Politeknik Tempo memberikan santunan ke 20 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Mizan
Amanah di kawasan Kemandoran.
Meski bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester, semangat sivitas akademika tak surut. Mahasiswa tetap hadir dan berpartisipasi aktif. “Walau mahasiswa sedang ujian, semangat mereka untuk datang dan berbagi tetap luar biasa. Kami ingin Dies Natalis ini menjadi momen penuh makna, bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk masyarakat sekitar,” ungkap Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo.
Acara syukuran ini juga
dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang selama ini menjadi bagian dari
perjalanan kampus. Hadir Direktur Utama Tempo Media Group, Arif Zulkifli dan
jajaran direksi Sebastian Kinaatmaja, Meiky Sofyansyah dan Budi Setiyarso; Dewan Pembina Yayasan
Rumah Edukasi Tempo, Jenderal (Purn) Budiman dan Iwan Giwangkara; serta
sejumlah mitra industri seperti Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi
Soeprapto dan perwakilan dari Astra International, Yulian Warman.
Kehadiran anak-anak
yatim disambut dengan hangat oleh seluruh civitas akademika dan para donatur.
Bingkisan dan santunan diserahkan secara langsung sebagai bentuk nyata dari
semangat berbagi. “Empat tahun bukan waktu yang sebentar. Di balik setiap
pencapaian, kami ingin Politeknik Tempo hadir sebagai tempat untuk menebar
kebaikan,” ujar Herry Hernawan, Ketua Yayasan Rumah Edukasi Tempo.
Rangkaian acara
dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas
perjalanan yang telah dilalui, kemudian ditutup dengan sesi halal bihalal yang
mempererat silaturahmi antar keluarga besar Politeknik Tempo dan para tamu
undangan.
Dengan semangat berbagi
dan kepedulian sosial yang terus dijaga, Politeknik Tempo menunjukkan bahwa
sebuah institusi pendidikan tak hanya bertugas mencetak lulusan siap kerja,
tetapi juga membentuk insan yang peduli dan berempati terhadap sesama.