Berita & Artikel

Harry Jundrio yang merupakan salah satu pengajar jurusan Manajemen Pemasaran…

Mengenal Dan Pentingnya Grooming Sebelum Bertemu HRD


Oleh : Fadhlan Fadhlilah
17/03/2023
Bagikan :

POLITEKNIK TEMPO – Pengembangan diri menjadi salah satu kunci sukses untuk masa depan dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan penampilan pribadi yang lebih baik. Pada 17 Maret 2023 Politeknik Tempo mengadakan Workshop Self Development dalam rangka menyambut Dies Natalis II Politeknik Tempo salah satunya membahas tentang Profesional Grooming, yang disampaikan oleh Harry Jundrio yang merupakan salah satu pengajar jurusan Manajemen Pemasaran Internasional di Politeknik Tempo.

 

Menurut Harry Jundrio “Grooming merupakan penampilan seseorang, mulai dari ia berpakaian, tutur kata hingga sopan santun, termasuk cara bersalaman, duduk, berdiri dan berjalan.” Pada sesi Workshop tersebut Harry menampilkan sebuah gambar beberapa orang yang menggunakan pakaian kerjanya masing-masing. Grooming atau pakaian dapat didefinisikan sebagai pakaian kerja, maka dari itu Profesional Grooming adalah mengikuti norma atau kebiasaan yang ada dilingkungan yang dituju.

 

Kesan pertama sangat menentukan bagaimana nantinya orang lain akan merespons kita, jika kita memberikan kesan pertama yang buruk seperti penampilan berantakan, sikap yang tidak sopan maka orang lain akan merespons atau menganggap kita buruk, begitu juga sebaliknya. Grooming sangat diperlukan ketika kita ingin wawancara kerja, supaya memberikan kesan yang baik kepada HRD.

 

Harry Jundrio memberikan aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu standar penampilan ketika ingin melakukan wawancara kerja. Contohnya untuk laki-laki pakainya lengan panjang, polos berwarna terang dan menggunakan celana bahan berwarna gelap. Begitu juga perempuan menggunakan  Three-piece suit (blazer, kemeja & bawahan) dengan warna yang senada. Untuk penampilan wajah yang harus diperhatikan yaitu laki-laki rambut, kumis dan jenggotnya rapi dan wajah yang tidak berminyak atau bersih. Sedangkan perempuan harus menggunakan make-up yang ringan, ringkas dan tidak menor.

 

Kemudian perhatikan aksesoris yang digunakan contohnya, gunakan dasi yang warnanya lebih tua dari warna kemeja dan dasi menyentuh ujung ikat pinggang. Bagi perempuan yang menggunakan hijab, gunakan warna hijab yang senada dengan pakaian dan juga perhatikan pemakaian scarf dan bros, jika kalau menggunakan pakaian yang sudah bermotif lebih baik di hindarkan.

 

Gunakan perhiasan yang seminimal mungkin atau tidak berlebihan, untuk kaos kaki gunakan warna gelap atau senada dengan sepatu dan menutupi mata kaki. Menggunakan sepatu pantofel yang ujungnya tertutup berwarna gelap dan disemir. Untuk perempuan hindarkan menggunakan heels yang terlalu tinggi. Membawa tas (ransel, messenger bag atau tas tangan)  jika harus membawa sesuatu seperti surat-surat yang diperlukan. Terakhir yang paling terpenting adalah tidak bau badan, dengan menggunakan deodoran atau parfum.

 

Adapun juga yang harus diperhatikan yaitu sikap atau posisi duduk yang ideal, untuk perempuan kakinya harus dirapatkan kemudian kaki diserongkan, Kemudian laki-laki kakinya tidak terlalu dibuka lebar dan kedua posisi tangan rapat tempatkan di atas paha. Begitu juga untuk sikap berdiri pundak harus posisi yang tegak supaya terlihat lebih tinggi dan dipandang siap oleh HRD.

 

Pakaian sebagai penunjang utama bukan patokan utama, melainkan skill kita masing-masing.” Ucap Harry Jundrio sebelum menutup materi. Maka dari itu walaupun penampilan sudah baik bukan berarti HRD langsung menerima kita, melainkan harus di ikuti keterampilan yang baik dan berakhlak baik.