Berita & Artikel

Ilustrasi apartemen, mobil, dan perhiasan mewah. shutterstock.com

Flexing : Trend Hedonisme Yang Ramai Diperbincangkan


Oleh : Anira Nurhaliza Tamara
21/02/2023
Bagikan :

POLITEKNIK TEMPO – Flexing ialah suatu kebiasaan sesorang yang suka memamerkan apapun di media sosial. Baik itu berupa harta, barang koleksi, maupun penampilan. Tren ini biasanya dilakukan dari perilaku anak muda dari generasi Z di media sosial dan kehidupan nyata. Istilah flexing belakangan ini sering digunakan dalam percakapan di Media Sosial.  Flexing ini sendiri merupakan Bahasa gaul atau dalam Bahasa inggris disebut show off yang menjadi populer dan dikenal banyak orang.

Media sosial merupakan tempat yang bisa leluasa kita gunakan untuk membagikan apapun, mulai dari kutipan, foto saat liburan, hingga kehidupan mewah. Hal tersebut terkadang menimbulkan sikap merasa iri dengan kehidupan orang lain.

Flexing  memamerkan hedonisme duniawi berupa kekayaan atau kekuasaan dengan tujuan mendapatkan pengakuan kredibilitas dari pengikut media sosial dan teman-teman si pelaku.

Kalimat flexing ini biasanya digunakan untuk konteks yang negatif. Jika dilihat secara harfiah saja, flexing memang seperti hal yang negatif untuk dilakukan karena memiliki sifat menyombongkan atau memamerkan sesuatu. Dilihat dalam kamus Cambridge juga disebutkan bahwa flexing adalah suatu Tindakan untuk menunjukan sesuatu yang dimiliki, tetapi dengan cara yang dianggap tidak menyenangkan.

Dampak negatif flexing adalah Sulit membedakan teman yang tulus atau yang hanya ingin memanfaatkan kekayaan kalian saja, Semakin mengganggu kepribadian dan semakin ingin terus mendapatkan perhatian.

Lantas, bagaimana sih cara memberikan sikap pada perilaku ini?


Cara Menyikapi Flexing

Hilangkan sikap merasa iri dengan seseorang yang suka pamer kekayaannya. Karena setiap orang memiliki porsi masing-masing untuk menjalani hidup. Kamu juga bisa menerapkan cara berikut untuk menyikapi flexing.

  1.          Setiap orang memiliki waktu untuk sukses atau mendapatkan pencapaian.

  1. Lakukan filter media sosial, tandai konten yang hanya akan membuat kamu tenang dan Bahagia saja.
  2. Kerjakan hal yang memang kamu kuasai, jangan tergerus tren dengan terjebak pada investasi yang diiming-imingi keuntungan tinggi dari konten-konten flexing.
  3. Fokus pada apa yang kamu kerjakan dan ingin kamu capai, bukan pada pencapaian orang lain. Jadikan itu sebagai motivasi.
  4. Tanamkan dalam pikiran bahwa pencapaian kamu bisa kamu rasakan meskipun tanpa validasi orang lain.