Politeknik Tempo — Politeknik Tempo kembali memperkenalkan lingkungan pendidikan vokasi kepada calon mahasiswa baru melalui kegiatan Open House bertema “Yang Muda, Yang Berkarya”. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Politeknik Tempo, Sabtu, 24 Oktober 2026, ini menjadi kesempatan bagi calon mahasiswa dan orang tua untuk mengenal lebih dekat program studi, sistem pembelajaran, serta budaya akademik Politeknik Tempo yang menitikberatkan pada praktik dan pengalaman industri.
Sejak pukul 08.30 WIB, para peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi. Sembari menunggu acara dimulai, suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan musik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tempo Music Camp (TMC) yang membawakan sejumlah lagu untuk menghibur para peserta.
Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara, Zerlina dan Kalila, mahasiswa semester 1 Politeknik Tempo. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Mars Politeknik Tempo”, dilanjutkan dengan doa bersama. Sebelum memasuki sesi utama, para peserta diajak menyaksikan video profil kampus. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pengenalan Politeknik Tempo oleh Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri.
Dalam sambutannya, Shalfi Andri berbagi pengalaman perjalanan kariernya serta kiprah sejumlah dosen yang telah puluhan tahun berkecimpung di industri media bersama Tempo Media Group. Menurutnya, pendirian Politeknik Tempo dilandasi semangat untuk mewariskan pengalaman dan pengetahuan profesional kepada generasi muda.
“Pendirian Politeknik Tempo dilandasi oleh semangat untuk membagikan pengalaman profesional kepada generasi muda,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan di Politeknik Tempo tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori di ruang kelas. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai budaya kerja, etika profesi, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia industri.
Sebelum memasuki sesi pengenalan program studi, kegiatan dilanjutkan dengan parenting talk yang menghadirkan psikolog Tia Rachmania, M.Psi. Dalam pemaparannya, Tia memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendampingan psikologis serta arahan yang tepat dalam mendukung minat, bakat, dan kesiapan mental anak ketika memasuki jenjang pendidikan tinggi.
Tia menekankan bahwa orang tua sebaiknya tidak memaksakan pilihan jurusan kepada anak. Sebaliknya, orang tua perlu membangun komunikasi dan berdiskusi bersama anak agar dapat menemukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.
“Anak itu bukan proyek ambisi orang tua, loh. Anak juga punya minat, bakat, dan cita-cita sendiri,” tuturnya.
Pengalaman belajar dan perjalanan karier juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Sejumlah alumni dan mahasiswa Politeknik Tempo turut berbagi cerita mengenai pengalaman mereka selama menjalani pendidikan, termasuk bagaimana pembelajaran berbasis praktik membantu mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Laurensya, S.Tr.M., alumni Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional, menceritakan bahwa pengalaman mengikuti praktikum industri di Sirkulasi Tempo menjadi salah satu titik awal perjalanan kariernya. Melalui kegiatan tersebut, ia memperoleh kesempatan untuk memahami proses kerja di industri secara langsung.
“Saya mengikuti praktikum industri di Sirkulasi Tempo, yang berhasil mengantarkan saya memahami dunia industri secara langsung. Pengalaman dari praktikum industri juga menjadi bekal berharga yang dapat saya ceritakan saat wawancara kerja, hingga akhirnya saya mendapatkan kesempatan magang. Bahkan, saya juga sudah mulai bekerja sejak semester 2,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Produksi Media, Rosdiana, menjelaskan bahwa mahasiswa Produksi Media memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai kegiatan praktik, mulai dari produksi karya media, kunjungan ke perusahaan media, hingga proyek simulasi yang dirancang menyerupai situasi kerja di industri.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Ghea Amanda, mahasiswa Produksi Media semester 3. Ia menilai lingkungan belajar di Politeknik Tempo mendukung proses pengembangan kemampuan dan kreativitas mahasiswa.
“Lingkungan belajar yang mendukung, proses pembelajaran yang interaktif dan aplikatif, serta jajaran dosen yang tidak hanya kompeten dan berpengalaman di bidangnya, tetapi juga sangat mengayomi dan membimbing para mahasiswa secara dekat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Desain Media, Cindy, memaparkan bahwa pembelajaran di program studinya menggabungkan observasi lapangan, studi kasus, serta pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Mahasiswa juga didorong untuk menampilkan karya melalui kegiatan eksibisi dan berbagai proyek kolaboratif bersama mitra industri.
Hal senada disampaikan Carissa Athalla, mahasiswa Desain Media semester 3. Menurutnya, fasilitas pembelajaran yang tersedia di Politeknik Tempo cukup lengkap untuk mendukung kegiatan akademik dan praktik. Selain itu, bimbingan intensif dari para dosen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi serta mengembangkan kreativitas di bidang industri kreatif.
Menjelang akhir kegiatan, Tempo Music Camp kembali tampil menghibur para peserta. Penampilan tersebut sekaligus menutup rangkaian acara utama dalam suasana hangat dan akrab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi konsultasi yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa dan orang tua untuk berdiskusi secara langsung dengan dosen serta tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Berbagai informasi disampaikan, mulai dari pilihan program studi, proses perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek karier lulusan.
Melalui kegiatan Open House ini, Politeknik Tempo berharap calon mahasiswa dan orang tua memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pendidikan vokasi, sistem pembelajaran, fasilitas kampus, serta peluang pengembangan kompetensi selama masa studi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Politeknik Tempo dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, guna menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja.