Berita & Artikel

Keterangan foto 1: Proses pengambilan gambar film pendek ON AIR…

Angkat Kisah Anak Tunarungu, Film ON AIR Karya UKM Netra Politeknik Tempo Raih Juara 3 VOCREATION 2026


Oleh : Najwa Laily May Assyafa
17/10/2026
Bagikan :

Politeknik Tempo — Film pendek ON AIR karya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Film Netra Politeknik Tempo berhasil meraih Juara 3 kategori Best Creative Storytelling dalam ajang VOCREATION PELITA Annual Talent Competition 2026. Penghargaan tingkat nasional tersebut diumumkan pada 16 Oktober 2026 di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan.

Melalui film berdurasi 10 menit ini, tim Netra mengangkat kisah seorang anak perempuan penyandang tunarungu yang merasa kesepian di tengah keluarganya sendiri. Cerita tersebut menyampaikan pesan tentang pentingnya empati, perhatian, dan kesediaan untuk mendengarkan orang-orang yang kerap luput dari perhatian lingkungan sekitarnya.

VOCREATION 2026 diselenggarakan oleh Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) dengan mengusung tema “Engineering Voices, Creating Impact”. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa politeknik swasta anggota PELITA untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, dan menghasilkan karya yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Film ON AIR berkisah tentang seorang anak perempuan penyandang tunarungu yang tumbuh bersama kakak laki-lakinya. Namun, di tengah keluarganya sendiri, ia justru merasakan kesunyian. Perasaan yang ingin disampaikan dan perhatian yang diharapkan seolah tidak pernah benar-benar sampai kepada orang-orang terdekatnya. Kondisi tersebut perlahan membuatnya merasa terasing.

Melalui cerita ini, tim Netra ingin menggambarkan bahwa persoalan tidak selalu terletak pada kemampuan seseorang untuk menyampaikan perasaan, tetapi juga pada kesediaan lingkungan sekitarnya untuk memahami dan memberikan ruang bagi dirinya.

Gagasan film berawal dari interpretasi tim terhadap tema VOCREATION 2026. Muhammad Ezra Gazza Aziz, selaku penulis naskah, kemudian mengembangkan gagasan tersebut menjadi cerita yang menyoroti pentingnya mendengarkan kelompok yang kerap kurang mendapat perhatian masyarakat.

Dengan pendekatan cerita yang emosional, ON AIR mengajak penonton untuk melihat kehidupan penyandang tunarungu dari perspektif yang lebih manusiawi. Film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak memperoleh perhatian, kesempatan untuk mengekspresikan diri, dan ruang untuk didengar.

Proses produksi ON AIR berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Sementara itu, pengambilan gambar diselesaikan dalam waktu sekitar 10 jam.

Dalam waktu yang relatif singkat, sutradara Fajar Adyanata Putra Mirza bersama seluruh tim harus menyatukan berbagai gagasan kreatif menjadi sebuah karya yang utuh. Perbedaan pendapat selama proses produksi menjadi bagian dari dinamika kerja tim yang diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap unsur produksi, mulai dari pengarahan pemain, visual, artistik, hingga penyuntingan, tetap selaras dengan konsep cerita yang ingin disampaikan.

Dalam produksi ini, Fajar Adyanata Putra Mirza bertindak sebagai sutradara, sedangkan Muhammad Ezra Gazza Aziz bertanggung jawab atas penulisan naskah. Ihsan Abdul Kholiq bertugas sebagai asisten sutradara pertama, sementara Firman Malik Aziz menangani penyuntingan atau editing.

Bagian artistik dikerjakan oleh Oktavia Zeta Anjani, Jasmine Kay Fatimah, dan Ratu Ayla Syifa Kamila bersama anggota tim lainnya. Setiap anggota mengambil peran dalam mewujudkan cerita menjadi film pendek yang mampu menyampaikan pesan secara visual dan emosional.

Keberhasilan meraih Juara 3 kategori Best Creative Storytelling disambut dengan rasa senang dan bangga oleh seluruh tim. Bagi mereka, penghargaan ini bukan hanya tentang hasil akhir kompetisi, tetapi juga bentuk apresiasi atas kerja keras, proses belajar, dan kolaborasi selama produksi.

Fajar Adyanata Putra Mirza mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut memiliki arti tersendiri bagi tim, terlebih karena karya mereka sebelumnya juga pernah meraih juara.

“Pastinya kami senang dan bangga bisa meraih juara tiga. Apalagi, sebelumnya film kami juga pernah mendapatkan juara. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi tim, dan apresiasi dari UKM serta kampus juga berarti bagi kami. Menurut saya, kerja sama tim menjadi faktor penting karena film ini tidak mungkin terwujud tanpa kontribusi seluruh anggota,” ujar Adyanata.

Prestasi ini menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa Politeknik Tempo tidak hanya dapat diwujudkan melalui karya visual, tetapi juga melalui cerita yang mengangkat persoalan sosial dan mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap sesama.

Melalui ON AIR, UKM Film Netra Politeknik Tempo membuktikan bahwa film pendek dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Karya ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus berkarya, mengembangkan kemampuan produksi media, serta menghadirkan cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Selamat kepada UKM Film Netra Politeknik Tempo atas prestasi Juara 3 kategori Best Creative Storytelling di VOCREATION 2026. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya kreatif yang inspiratif, inklusif, dan berdampak positif bagi masyarakat.


Keterangan foto 2: Sertifikat dan medali penghargaan UKM Film Netra Politeknik Tempo atas prestasi Juara 3 kategori Best Creative Storytelling dalam VOCREATION PELITA Annual Talent Competition 2026 tingkat nasional di Hotel Claro, Makassar, 16 Oktober 2026. (Foto: Dokumentasi Netra)