Berita & Artikel

Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Tempo, Muhammad Nur Hidayat, S.Sos.,…

Menjadi Agen Perubahan, Mahasiswa Diminta Perkuat Etika dan Intelektualitas


Oleh : FATHAN HARITS KARNAL
08/09/2026
Bagikan :

Politeknik Tempo — Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Tempo, Muhammad Nur Hidayat, S.Sos., M.M., menekankan pentingnya etika dan kemampuan intelektual bagi mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari indeks prestasi akademik (IPK), tetapi juga dari kejujuran, disiplin, empati, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.

Hal tersebut disampaikan Nurhi dalam pemaparan mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Tempo, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Nurhi, mahasiswa memiliki dua tanggung jawab utama, yaitu tanggung jawab moral dan intelektual. Kedua aspek tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat mahasiswa berhadapan dengan arus informasi yang semakin cepat dan beragam.

Ia juga menilai kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu terus dikembangkan mahasiswa. Kemampuan tersebut, kata Nurhi, dapat dibangun melalui kebiasaan membaca dan mengikuti perkembangan informasi.


“Menulis itu dimulai dari membaca, dari menonton, membaca berita-berita,” kata Nurhi.

Selain kemampuan akademik, ia menekankan kejujuran sebagai bagian penting dari pembentukan etika mahasiswa. Menurutnya, kejujuran harus dibangun sejak awal dan dijadikan kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika seseorang berada dalam situasi yang mengharuskannya untuk jujur.

“Jujur itu harus sejak dalam pemikiran. Kalau dipelihara dari awal, kita akan merasa bersalah kalau kita tidak jujur,” ujarnya.

Nurhi juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun sikap disiplin, menghormati orang lain, memiliki empati, dan bertanggung jawab. Ia menilai kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran selama mahasiswa bersedia mengakui kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya.

“Kalian sebagai mahasiswa salah biasa saja. Karena di sinilah tempatnya kalian untuk belajar melakukan kesalahan, supaya tahu bahwa itu salah,” kata Nurhi.

Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, mencoba, sekaligus memahami konsekuensi dari setiap keputusan. Karena itu, mahasiswa tidak perlu takut melakukan kesalahan selama mampu mengambil pelajaran dan memperbaikinya.

Pentingnya Berpikir Kritis

Nurhi kemudian menyoroti pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi mahasiswa. Menurut dia, mahasiswa perlu mampu menganalisis informasi, memecahkan masalah, serta menyusun argumen berdasarkan data dan fakta.

“Berpikir kritis itu penting, wajib,” ujarnya.

Kemampuan tersebut semakin diperlukan di tengah derasnya arus informasi digital. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menerima informasi, tetapi juga perlu mempertanyakan sumber, memeriksa kebenaran informasi, dan memahami konteks sebelum mengambil kesimpulan.

Nurhi menyebut mahasiswa memiliki tiga fungsi penting dalam kehidupan masyarakat, yakni sebagai kompas etika, pembelaan sosial, dan teladan di ruang digital. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan platform digital secara bijak serta turut berperan dalam menghadapi penyebaran disinformasi.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun kepedulian sosial melalui tindakan sehari-hari. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain dapat membuat mahasiswa lebih peka terhadap berbagai persoalan sosial sekaligus membentuk karakter dan etika.

Etika di Ruang Digital

Bagi Nurhi, karakter mahasiswa tidak hanya terlihat dari perilakunya di lingkungan kampus, tetapi juga dari cara mereka beraktivitas di ruang digital. Penggunaan media sosial, cara menyampaikan pendapat, hingga bagaimana seseorang merespons informasi mencerminkan nilai dan etika yang dimilikinya.


Karena itu, mahasiswa Politeknik Tempo diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter yang kuat. Kemampuan intelektual yang disertai etika, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.