Politeknik Tempo – Direktur Utama Tempo Media Group Arif Zulkifli menyoroti perubahan pola konsumsi informasi Generasi Z yang menjadi tantangan bagi industri media di era digital. Menurutnya, perubahan tersebut mendorong media untuk terus beradaptasi dalam menyajikan informasi yang menarik, mudah dipahami, dan tetap berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Arif saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Tempo 2026, Senin, 7 September 2026. Arif membawakan materi bertajuk “Etika, Literasi Digital, dan Penguatan Karakter Mahasiswa di Era Transformasi Media.”
Sesi tersebut dipandu oleh Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Produksi Media, Thoriq Aliefi Nugroho, dan menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perguruan tinggi sekaligus perkembangan industri media.
Dalam pemaparannya, Arif membahas perubahan pola konsumsi informasi, khususnya di kalangan Generasi Z. Menurut dia, perubahan tersebut tidak semata-mata menjadi hambatan bagi industri media, tetapi juga menjadi peluang untuk mengembangkan pendekatan baru dalam menyampaikan informasi.
“Saya menyadari Generasi Z memiliki minat baca yang relatif rendah. Namun, hal ini justru menjadi tantangan bagi kami di Tempo untuk mengemas materi pemberitaan yang tetap dapat dinikmati dan dipahami tanpa harus membaca teks yang panjang,” ujar Arif.
Menurut Arif, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Media tidak lagi hanya bersaing dalam menghasilkan berita, tetapi juga harus mampu menyajikan informasi melalui format yang sesuai dengan kebiasaan dan karakter audiens.
Pembahasan kemudian berlanjut pada dinamika penyebaran informasi melalui media sosial. Dalam sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa baru, Putri, mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang muncul di ruang digital, termasuk keberadaan buzzer dan cara menghadapinya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Arif mengatakan bahwa keberadaan buzzer merupakan bagian dari dinamika ekosistem media digital. Menurutnya, kelompok atau akun yang berupaya memperluas penyebaran informasi di ruang digital sulit dihilangkan sepenuhnya.
“Buzzer akan selalu ada di negara mana pun. Kita tidak bisa benar-benar menghentikan keberadaan mereka karena tujuan utama buzzer adalah menyebarkan informasi sebanyak dan secepat mungkin, sehingga algoritmanya akan terus berputar di ranah tersebut,” kata Arif.
Arif juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menyikapi informasi secara kritis. Di tengah derasnya arus informasi digital, mahasiswa perlu memiliki literasi digital agar mampu membedakan informasi yang kredibel, memahami konteks sebuah pemberitaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pembekalan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PKKMB Politeknik Tempo dalam memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan akademik dan industri yang akan mereka hadapi. Selain beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, mahasiswa didorong untuk membangun karakter, integritas, serta tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat digital.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat apresiasi kepada Arif Zulkifli sebagai narasumber dalam kegiatan PKKMB Politeknik Tempo 2026