POLITEKNIK TEMPO — Ujian akhir semester (UAS) ternyata nggak selalu identik dengan ujian tulis atau presentasi di kelas. Mahasiswa Program Studi Produksi Media Angkatan 2024 Politeknik Tempo membuktikan kalau UAS juga bisa dikemas menjadi sebuah konser musik yang seru sekaligus penuh pengalaman nyata lewat Promphoria, yang digelar di Lantai 7 Gedung Tempo, Kamis (2/7/2026).
Mengusung tema retro, Promphoria bukan sekadar acara hiburan. Seluruh konsep, mulai dari perencanaan, pencarian sponsor, produksi acara, hingga eksekusinya, dikerjakan langsung oleh mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mensimulasikan dunia kerja industri kreatif.
Project Leader Promphoria, Shillam Salomo Sianipar, mengatakan kesuksesan acara ini lahir dari kerja sama banyak tim yang bekerja di balik layar.
"Event ini bisa terlaksana karena ada banyak tim yang benar-benar totalitas mengerjakannya," kata Shillam.
Dalam kesempatan tersebut, Shillam juga memberikan apresiasi kepada para ketua agensi yang menjadi motor penggerak acara, yaitu Rafli Rifqi Widianto (Bliss Network), Firman Malik Aziz (Noir Media), Fathan Karnal (Kolaby), Josephine Bianca Vederova Silaen (Saporia House), dan Jingga Gita Cahyani (Sorotama).
Promphoria juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, yaitu Lumea Dimsum, QuiaCraft by Sae Shop, dan Beads Club, yang ikut berkontribusi menyukseskan acara.
Kepala Program Studi Produksi Media Politeknik Tempo, Rosdiana, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kerja keras seluruh mahasiswa. Menurutnya, Promphoria merupakan bagian dari UAS terintegrasi yang dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung layaknya bekerja di industri.
"Saya harap teman-teman tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga meningkatkan kompetensi diri untuk menghadapi dunia industri yang sesungguhnya," ujarnya.
Rosdiana menambahkan, pengalaman seperti ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan bekerja sama, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan tantangan dunia profesional.
Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M., juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Promphoria. Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek membuat mahasiswa merasakan langsung bagaimana sebuah event profesional dipersiapkan, mulai dari menyusun konsep, mencari sponsor, hingga mengatur jalannya acara.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mengelola waktu menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki calon insan industri kreatif.
Usai sesi pembukaan, suasana langsung berubah menjadi lebih hidup lewat penampilan musik dari para mahasiswa.
Tiara Maynur Azizah membuka panggung dengan lagu Semenjak Ada Dirimu, disusul Haura Zahra Zaelani yang membawakan Cinta. Keduanya kemudian kembali tampil bersama lewat lagu Firasat yang sukses membuat suasana semakin hangat.
Energi penonton semakin meningkat saat Najwa Aleya membawakan Take Me Home, Country Roads, lalu dilanjutkan Akhyar Febio Santoso dengan lagu What a Wonderful World.
Keseruan berlanjut saat PROBAND, band yang beranggotakan mahasiswa Produksi Media Angkatan 2024, naik ke atas panggung membawakan lagu Everybody Knew. Grup ini diperkuat Firman Malik Aziz (gitar), Josephine Bianca Vederova Silaen (vokal), dan Rafli Rifqi Widianto (drum).
Tak lama kemudian, PROBAND kembali tampil dengan formasi berbeda membawakan lagu Hitamku. Kali ini posisi vokalis diisi oleh Qadhafi Al Rantissi, sementara Firman Malik Aziz tetap di gitar dan Rafli Rifqi Widianto di drum.
Penampilan berikutnya menghadirkan duet Najwa Aleya dan Akhyar Febio Santoso lewat lagu Masih Ada, yang diiringi Adiyat Hidayatullah sebagai gitaris dan Muhammad Zayyan Gibrano sebagai drummer.
Sebagai penutup, panggung Promphoria berubah menjadi arena pesta musik lewat penampilan Muhammad Ezra Gazza Aziz (J3i) yang berkolaborasi bersama DJ Muhammad Malikal Raffi (Kalz) dan Athalla Rasyad Rabbani (Bunny). Penampilan mereka sukses menjaga antusiasme penonton hingga acara berakhir.
Lebih dari sekadar konser kampus, Promphoria menjadi bukti bahwa mahasiswa Produksi Media mampu menghadirkan sebuah event profesional melalui kolaborasi, kreativitas, dan manajemen yang matang.
Lewat pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan sebuah acara yang menghibur, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi bekal saat terjun ke industri media dan kreatif setelah lulus nanti.