Berita & Artikel

Sesi foto bersama panitia dan pasangan calon pengurus Himpunan Mahasiswa…

Empat Pasangan Calon Adu Gagasan dalam Debat Ketua IMMSA 2026/2027


Oleh : Queena Adibah & Darryl Mujiburahman
24/06/2026
Bagikan :

POLITEKNIK TEMPO — Gagasan mengenai inovasi organisasi, efektivitas program kerja, hingga penguatan ruang aspirasi mahasiswa menjadi sorotan dalam Debat Calon Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Pemasaran Internasional (IMMSA) periode 2026/2027 yang digelar di Ruang Opini Politeknik Tempo, Rabu, 24 Juni 2026. Melalui forum ini, para kandidat tidak hanya memaparkan visi dan misi, tetapi juga saling menguji ide serta mempertahankan program kerja yang ditawarkan di hadapan mahasiswa.

Mengusung tema "IMMSA Mau Dibawa ke Mana?", debat menghadirkan empat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua IMMSA. Pasangan nomor urut 01 terdiri atas Dzaki Fadhilah (MPI 2024) dan Raihan Naufal Fatih (MPI 2025), pasangan nomor urut 02 Ahmad Rizky (MPI 2024) dan Nabil (MPI 2025), pasangan nomor urut 03 Yuniyawati (MPI 2024) dan Isa Isworo (MPI 2025), serta pasangan nomor urut 04 Nabil Fatahillah (MPI 2024) dan Clarisa Grecia Sinaga (MPI 2025).

Masing-masing pasangan mengusung fokus yang berbeda. Ada yang menitikberatkan pada pengembangan kompetensi mahasiswa, penguatan komunikasi organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga peningkatan kesejahteraan anggota sebagai prioritas utama kepengurusan mendatang.

Ketua Panitia, Nathanael Bagaskara, menjelaskan bahwa debat merupakan bagian dari rangkaian proses pemilihan Ketua IMMSA periode 2026/2027. Sebelumnya telah dilaksanakan debat calon wakil ketua, kemudian dilanjutkan dengan debat calon ketua sebelum memasuki tahap pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung setelah Ujian Akhir Semester (UAS).

Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menggunakan kesempatan tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

"Harapannya, mahasiswa dapat melihat secara langsung visi, misi, serta program kerja yang ditawarkan para kandidat sehingga dapat memilih pemimpin yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi," ujarnya.

Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional, Dr. Ardiansyah, S.Kom., M.M., mengapresiasi pelaksanaan debat sebagai bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan di lingkungan kampus. Menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan wadah untuk belajar mengambil keputusan, berkolaborasi, sekaligus bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.

Ia mengingatkan agar para kandidat tidak sekadar menawarkan banyak program kerja, tetapi juga memastikan program tersebut realistis, memiliki dampak nyata, serta dapat dijalankan secara berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Tempo, Muhammad Nur Hidayat, S.Sos., M.M. Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui proses panjang yang membutuhkan kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan mendengarkan aspirasi orang lain.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip pesan tokoh nasional H.O.S. Tjokroaminoto.

"Kalau Anda mau menjadi pemimpin yang besar, menulislah seperti wartawan atau berpidatolah seperti orator," ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengantar sebelum para kandidat memaparkan visi, misi, serta strategi yang akan mereka jalankan apabila terpilih memimpin IMMSA.

Pada sesi penyampaian visi dan misi, Dzaki Fadhilah menekankan pentingnya pengembangan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program peningkatan keterampilan dan personal branding. Ahmad Rizky mengusung konsep organisasi yang relevan, berkembang, dan berdampak dengan memperkuat komunikasi dua arah serta membuka ruang aspirasi yang lebih luas bagi mahasiswa.

Sementara itu, Yuniyawati menawarkan program yang mengintegrasikan pengembangan akademik, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbeda dengan kandidat lainnya, Nabil Fatahillah menempatkan kesejahteraan anggota sebagai fokus utama melalui pemerataan beban kerja, penguatan sistem pendampingan internal, dan peningkatan solidaritas antaranggota.

Suasana debat semakin dinamis ketika memasuki sesi tanggapan antarkandidat. Berbagai program yang dipaparkan tidak hanya memperoleh apresiasi, tetapi juga mendapat kritik dan pertanyaan mengenai relevansi, keberlanjutan, hingga efektivitas implementasinya. Beberapa kandidat mempertanyakan sejauh mana program yang ditawarkan benar-benar menghadirkan inovasi baru, bukan sekadar pengembangan dari program kepengurusan sebelumnya.

Selain itu, isu komunikasi organisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas. Para kandidat sepakat bahwa keterbukaan komunikasi dan tersedianya ruang aspirasi merupakan faktor penting agar setiap program dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasiswa. Pembahasan juga mencakup kesiapan sumber daya organisasi, hubungan antarangkatan, serta kemampuan IMMSA dalam menjawab kebutuhan mahasiswa yang terus berkembang.

Perbedaan pandangan yang muncul sepanjang debat menunjukkan beragam pendekatan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon dalam membawa arah organisasi ke depan. Tak hanya menjadi ajang penyampaian program kerja, debat ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menilai kemampuan para kandidat dalam berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta merespons kritik secara konstruktif.

Pemilihan Ketua IMMSA periode 2026/2027 dijadwalkan berlangsung setelah Ujian Akhir Semester. Melalui proses demokrasi ini, diharapkan terpilih pemimpin yang mampu membawa IMMSA menjadi organisasi mahasiswa yang lebih inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional.