POLITEKNIK TEMPO — Suasana sore di Kedai Palmerah, Jakarta Selatan, berubah menjadi lebih semarak ketika mahasiswa Program Studi Produksi Media Angkatan 2024 menggelar Promphoria Roadshow (PORORO) pada Kamis, 18 Juni 2026. Mengusung konsep pertunjukan musik bernuansa retro, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pre-event untuk memperkenalkan acara puncak Promphoria yang akan digelar pada 2 Juli 2026 di Gedung Tempo Lantai 7.
Tak sekadar menjadi media promosi, PORORO juga menghadirkan hiburan bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum di tengah suasana menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Lagu-lagu bertema nostalgia yang dibawakan para penampil berhasil menarik perhatian pengunjung yang tengah menikmati suasana Kedai Palmerah.
Penampilan musik dibawakan oleh Haura Zahra Zaelani dan Tiara Maynur Azizah, mahasiswi Produksi Media Angkatan 2025, sebagai vokalis. Mereka diiringi oleh Firman Malik Aziz pada gitar dan Fathan Harits Karnal pada cajon, keduanya mahasiswa Produksi Media Angkatan 2024. Perpaduan musik akustik dengan lagu-lagu populer bernuansa retro menciptakan atmosfer hangat dan akrab bagi para penonton.
Project Leader Promphoria, Shillam Salomo Sianipar, mengatakan konsep roadshow sengaja dirancang sebagai pertunjukan musik yang santai namun tetap memiliki daya tarik. Menurutnya, sejak awal tim telah sepakat menghadirkan sebuah acara musik dengan tema retro sebagai identitas Promphoria.
"Konsepnya live music santai menjelang UAS. Dari pembahasan sejak awal, rencana kami memang membuat event musik yang bertema retro," ujar Shillam.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) Promphoria, Rafli Rifqi Widianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah Digital Public Relations. Ia menyebut pemilihan konsep retro dilakukan agar acara dapat menjangkau audiens yang lebih luas, tidak hanya mahasiswa.
"Kami memilih tema retro karena target audiens kami bukan hanya kalangan remaja atau mahasiswa, tetapi juga dosen dan para pekerja kantoran," kata Rafli.
Ia juga mengungkapkan bahwa nama Promphoria merupakan gabungan dari kata Promed dan euforia, yang melambangkan semangat, kreativitas, dan pengalaman menyenangkan yang ingin diberikan kepada para pengunjung. Melalui rangkaian pre-event, termasuk PORORO, panitia berharap masyarakat semakin mengenal Promphoria sebelum acara puncaknya berlangsung.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang acara. Salah satunya, Oktavia Zeta Anjani, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya pertunjukan tersebut. Namun, alunan lagu-lagu yang familiar membuatnya tertarik untuk berhenti dan menikmati penampilan.
"Tadi sebenarnya baru datang dan nggak tahu ada acara ini. Tapi karena lagu-lagunya yang dinyanyikan kita kenal, jadi langsung tertarik buat nonton," ujarnya.
Menurut Zeta, momen yang paling berkesan adalah saat Haura membawakan lagu Kangen dan Cantik, yang berhasil menghidupkan suasana dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Melalui Promphoria Roadshow, mahasiswa Produksi Media tidak hanya menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola sebuah acara, tetapi juga menerapkan strategi komunikasi dan promosi yang dipelajari di bangku kuliah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran dapat diwujudkan dalam pengalaman nyata yang melibatkan publik secara langsung.
Adapun Promphoria akan mencapai puncaknya pada 2 Juli 2026 di Gedung Tempo Lantai 7. Acara tersebut dijadwalkan menghadirkan lima bintang tamu serta satu penampil spesial berupa DJ yang identitasnya masih dirahasiakan oleh panitia, sehingga diharapkan mampu menjadi penutup rangkaian kegiatan yang meriah sekaligus berkesan.