Politeknik Tempo – Perpustakaan bukan sekadar ruang
penyimpanan buku, melainkan jantung intelektual sebuah perguruan tinggi. Ia
menjadi pusat pembelajaran, ruang bertumbuhnya gagasan, laboratorium literasi,
sekaligus simpul informasi bagi seluruh civitas akademika. Dalam perannya
sebagai penunjang pendidikan dan penelitian, perpustakaan dituntut untuk terus
berkembang, memperluas jejaring, dan menghadirkan layanan yang adaptif terhadap
kebutuhan pemustaka. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah
membangun kerja sama kelembagaan.
Sebagai institusi yang berada di wilayah
administrasi Provinsi DKI Jakarta, Perpustakaan Politeknik Tempo melakukan
penjajakan kerja sama dengan Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin.
Kerja sama ini disambut dengan penuh antusias dan keterbukaan, sebagai wujud
komitmen bersama dalam memperluas akses literasi dan memperkuat ekosistem
pengetahuan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan
sinergi antara perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan publik melalui
berbagai program seperti pertukaran informasi (transfer knowledge), akses
terhadap beragam produk dan layanan perpustakaan, pelatihan, hingga
penyelenggaraan kegiatan literasi bersama yang berdampak luas.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU)
dilaksanakan pada hari Kamis 12 Februari 2026 di lantai 6 Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin, kawasan Taman
Ismail Marzuki, Cikini. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala
Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin, Bapak Diki Lukman Hakim, yang
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memperluas jangkauan
literasi masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur
Politeknik Tempo, Bapak Shalfi Andri, yang menekankan bahwa kerja sama ini
bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret membangun budaya literasi
yang kreatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Agenda utama kemudian dilanjutkan dengan
penandatanganan MoU antara kedua belah pihak sebagai simbol dimulainya
kemitraan strategis yang berorientasi pada penguatan kapasitas, inovasi, dan
pemberdayaan mahasiswa.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi
program literasi, silang layan, pelatihan, magang mahasiswa, promosi
perpustakaan, serta berbagai kegiatan kolaboratif lain yang disepakati bersama.
Diskusi lanjutan juga membahas pengembangan turunan program, termasuk kemas
ulang informasi dalam bentuk konten kreatif seperti video, film, dan
podcast—sebuah langkah inovatif untuk menghadirkan perpustakaan sebagai ruang
yang hidup dan relevan dengan generasi digital.
Tak hanya itu, peluang keterlibatan mahasiswa
Politeknik Tempo dalam berbagai program dan acara di Perpustakaan Jakarta dan
PDS H.B. Jassin menjadi bagian penting dari kerja sama ini. Kolaborasi ini
diharapkan menjadi ruang aktualisasi sekaligus pembelajaran nyata bagi
mahasiswa dalam ekosistem literasi dan industri kreatif.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan
tur fasilitas yang dipandu oleh staf Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin,
memperkenalkan berbagai ruang dan spot yang dapat dimanfaatkan untuk program
kolaboratif di masa mendatang.
Melalui kerja sama ini, Perpustakaan
Politeknik Tempo menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai pusat
literasi yang terbuka, inovatif, dan berdampak. Sebab perpustakaan bukan hanya
tempat membaca, tetapi ruang membangun masa depan.