Berita & Artikel

Dr. Muhammad Raqib Mohd Sofian

Politeknik Tempo Tingkatkan Kompetensi Global Mahasiswa melalui International Guest Lecture Indonesia–Malaysia


Oleh : Irfan Abdullah Arrafif dan Gellent Richiantara
18/12/2025
Bagikan :

Politeknik Tempo Politeknik Tempo menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi komunikasi global melalui penyelenggaraan International Guest Lecture bertajuk “Gen Z Intercultural Flow: The Dynamics of Indonesia–Malaysia Cross-Cultural Communication on Digital Platforms”. Kegiatan akademik yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (18/12), diikuti oleh mahasiswa lintas program studi di Politeknik Tempo.


Kuliah tamu internasional ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Raqib Mohd Sofian, akademisi dari Fakultas Kepemimpinan dan Manajemen, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), yang juga pegiat kajian media dan komunikasi digital. Diskusi dipandu oleh Rizki Ayu Budipratiwi, S.Sos., M.I.Kom., dosen Prodi Produksi Media, yang mengarahkan forum agar terhubung langsung dengan capaian pembelajaran mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi serta realitas komunikasi digital Generasi Z.

Kegiatan ini dirancang sebagai learning extension mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi dengan tujuan strategis mengaitkan teori dan konsep dasar komunikasi. Mulai dari proses komunikasi, simbol dan makna, persepsi, komunikasi antarbudaya, hingga media digital, dengan praktik nyata komunikasi lintas budaya yang dialami Generasi Z Indonesia dan Malaysia. Fenomena tersebut diposisikan sebagai living laboratory yang memungkinkan mahasiswa vokasi menguji relevansi teori dalam konteks komunikasi digital lintas negara.

Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Tempo, Muhammad Nur Hidayat, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama resmi yang telah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara Politeknik Tempo dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), sehingga kolaborasi akademik tidak berhenti pada level seremonial, tetapi terimplementasi langsung dalam proses pembelajaran mahasiswa.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Muhammad Raqib Mohd Sofian menguraikan konsep intercultural communication flow sebagai proses pertukaran pesan dan makna antarindividu dari latar budaya berbeda yang dipengaruhi oleh nilai, norma, persepsi, serta gaya komunikasi verbal dan nonverbal. Ia menegaskan bahwa dalam konteks Indonesia–Malaysia, kedekatan budaya dan kemiripan bahasa sering kali menciptakan rasa akrab yang semu (false familiarity), sehingga pihak-pihak yang berinteraksi merasa telah saling memahami, padahal pemaknaan terhadap pesan dapat sangat berbeda.


Menurut Dr. Raqib, media sosial telah menjelma menjadi ruang publik utama bagi Generasi Z dalam membangun interaksi lintas negara, di mana arus pesan berlangsung cepat dan terbuka. “Ketika komunikasi terjadi di ruang digital, makna tidak berdiri sendiri, tetapi selalu dibentuk oleh latar budaya, pengalaman sosial, dan cara individu menafsirkan simbol. Tanpa sensitivitas antarbudaya, komunikasi yang tampak sederhana dapat berkembang menjadi konflik yang tidak disadari,” jelasnya.

International Guest Lecture ini berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan kritis terkait praktik komunikasi lintas budaya di media sosial. Salah satu mahasiswa peserta, Oktavia Zeta Anjani, dalam catatan refleksinya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika komunikasi dalam konteks global. Hal ini, menurutnya, membuka kesadaran bahwa komunikasi lintas budaya bukan sekadar kajian konseptual, melainkan praktik global yang secara nyata membentuk cara individu berinteraksi, memaknai pesan, dan membangun relasi melalui arus media sosial serta konsumsi konten digital lintas negara. “Kuliah tamu ini membantu saya memahami bahwa komunikasi lintas budaya berlangsung secara nyata dan berkelanjutan dalam kehidupan digital sehari-hari,” ujarnya.

 

Kegiatan ditutup dengan penyerahan e-sertifikat kepada narasumber oleh Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M., serta sesi dokumentasi bersama dosen dan mahasiswa. Melalui forum akademik lintas negara ini, Politeknik Tempo menghadirkan ruang belajar yang strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kritis, adaptif, dan beretika di ruang global.