Politeknik Tempo-Kampanye ReLife: Dari Sisa Jadi Makna,
sebagai implementasi dari mata kuliah Kampanye Public Relations, menghadirkan
dua rangkaian kegiatan kreatif yang mengajak generasi muda menerapkan gaya
hidup berkelanjutan melalui praktik upcycling dan thrift culture.
Setelah dua bulan menjalankan program edukasi digital Re-Talk dan Re-Craft, ReLife
memasuki tahap aktivasi luring melalui Pop-Up Thrift: December Pre-Event
dan Folk-Fashion: Sustainable Thrift Runway.
Kampanye ReLife berangkat dari
meningkatnya kepedulian Gen Z terhadap isu lingkungan, namun masih terdapat
kesenjangan antara awareness dan tindakan. Survei Deloitte Global 2024
menunjukkan bahwa 63% Gen Z peduli isu lingkungan, namun hanya 34% yang
konsisten menerapkan perilaku berkelanjutan. ReLife menjawab tantangan tersebut
melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan gaya hidup mahasiswa.
Sebagai rangkaian pembuka, Pop-Up Thrift: December Pre-Event digelar pada 8–10 Desember 2025 di Kedai Palmerah, menghadirkan koleksi preloved, hasil upcycle, sesi tukar pakaian, donasi barang, serta mini showcase karya mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya memperpanjang siklus hidup pakaian sebagai bagian dari konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Puncak kegiatan berlangsung pada 11 Desember 2025 melalui Folk-Fashion: Sustainable Thrift Runway di Lobi Politeknik Tempo. Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, serta juga dihadiri Rosdiana, Ketua Program Studi Produksi Media dan dosen Prodi Produksi Media, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap kreativitas mahasiswa dan isu keberlanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Politeknik
Tempo memberikan apresiasi terhadap kerja keras mahasiswa.
“Relife membuktikan bahwa kreativitas
dapat menjadi solusi bagi tantangan lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan
bagaimana mahasiswa mampu menerjemahkan ide menjadi aksi nyata yang memberi
dampak. Kami mengapresiasi seluruh proses yang dijalankan tim dan berharap
pengalaman ini menjadi bekal penting bagi karier profesional mereka,” ujarnya.
Folk-Fashion: Sustainable Thrift Runway merupakan
kegiatan fashion show yang melibatkan mahasiswa lintas angkatan dan lintas program studi di Politeknik Tempo, menampilkan berbagai gaya berpakaian hasil thrifting, restyling, dan upcycling.
Melalui runway ini, mahasiswa menunjukkan bahwa pakaian bekas tetap
dapat digunakan dengan tampilan yang keren dan estetik, sekaligus
memperkenalkan gaya hidup berkelanjutan yang dekat dengan keseharian anak muda.