Berita & Artikel

Pembicara dan Peserta Pelatihan

Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional Bagikan Tips Promosi Penjualan kepada Penggerak Ekonomi di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat


Oleh : Isa Isworo dan Harry Jundrio
15/12/2025
Bagikan :

Politeknik Tempo menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Promosi Pintar, Dagang Lancar: Strategi Marketing yang Baik dan Efisien dalam Berwirausaha” pada Senin, 15 Desember 2025, di Ruang Opini Politeknik Tempo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pemasaran kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Palmerah.

 

Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh Politeknik Tempo ini, menghadirkan dua narasumber yaitu dosen Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional (MPI) Harry Jundrio dan mahasiswa semester lima (5) Prodi MPI Nabila Ainiyyah,  serta melibatkan mahasiswa Prodi MPI sebagai panitia.

 



Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur Bidang Non Akademik Politeknik Tempo, Rachma Tri Widuri. “UKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional sehingga harus kita bantu untuk naik kelas,” ujar dia.  Rachma juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai kelas praktis bagi penggerak ekonomi masyarakat Kecamatan Palmerah agar bisa berwirausaha di tengah gelombang PHK yang marak terjadji. Dalam kesempatan ini Rachma juga memperkenalkan Politeknik Tempo kepada para peserta, yang seluruhnya merupakan warga sekitar kampus.

 

Materi utama disampaikan oleh Harry Jundrio, yang membagikan pengalaman kariernya yang panjang, mulai dari bekerja di PT Sinar Mas, DHL Jerman, Bank Mega, Community Foundation Australia, BNI, NHK World, hingga akhirnya menjadi dosen di Politeknik Tempo.

 



Harry menjelaskan berbagai bentuk strategi pemasaran seperti sales promotion, interactive marketing, public relations, direct marketing, dan event marketing, dengan fokus utama pada promosi penjualan. Menurut dosen MPI ini, promosi penjualan adalah insentif yang diberikan kepada konsumen untuk meningkatkan penjualan dan mendorong pembelian langsung. Tujuan promosi ini antara lain untuk meningkatkan penjualan, menarik konsumen baru, dan mendorong perpindahan merek.

 

“Kelebihan promosi penjualan itu, berorientasi jangka pendek dan hasilnya mudah diukur serta mampu meningkatkan visibilitas dan kesadaran merek,” kata Harry. Lebih Lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa terdapat 12 strategi promosi yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM, dengan disesuaikan kembali pada kondisi usahanya.

 


Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Nabila Ainiyyah, mahasiswa semester 5 Politeknik Tempo, yang membagikan pengalaman pribadinya dalam berwirausaha. Ia menceritakan usaha “Tiker Piknik” milik orang tuanya yang sempat mengalami penurunan penjualan hingga nol saat pandemi Covid-19. Melalui inovasi dan pemasaran online, Nabila berhasil membantu mengembangkan usaha tersebut hingga mencapai omzet lebih dari Rp100 juta per bulan.

 

Nabila menekankan pentingnya terus belajar dalam berbisnis dan menjelaskan bahwa promosi yang tepat dapat menjaga dan meningkatkan omzet penjualan. Ia juga memberikan contoh promosi berbasis uang seperti diskon dan kupon, serta promosi berbasis produk seperti pemberian sampel untuk memperkenalkan kualitas produk kepada konsumen. “Strategi promosi yang dipahami dan dijalankan dengan baik dapat meningkatkan penjualan secara signifikan,” ujar Nabila.

 

Menutup sesi materi, Harry Jundrio menambahkan bahwa semua strategi pemasaran dapat diterapkan sesuai dengan skala usaha, dan usaha kecil tetap bisa menggunakan strategi promosi yang efektif. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta pemberian hadiah kepada peserta yang aktif.

 

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat kepada para narasumber. Apresiasi juga diberikan kepada pelaku UMKM atas kontribusi mereka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini.