Berita & Artikel

Mahasiswa Peserta PKKMB 2025

Semarak PKKMB Hari Kedua: Mahasiswa Baru Bersiap Hadapi Era Digital dan Bela Negara


Oleh : Layla Eva Kalyana
09/09/2025
Bagikan :

Politeknik Tempo – Hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Tempo angkatan 2025 berlangsung padat dan penuh makna. Berlangsung di lantai 6 Politeknik Tempo, kegiatan pada Selasa ini difokuskan pada pembekalan akademik sekaligus penanaman nilai kebangsaan.

 

Rangkaian acara dibuka oleh MC Zikrul Fauzan dan Alifah Olivia, disusul doa bersama, lalu menyanyikan Indonesia Raya, Hymne, dan Mars Politeknik Tempo yang membangkitkan semangat mahasiswa baru. Selanjutnya, peserta diperkenalkan pada visi dan tujuan Politeknik Tempo sebagai bekal awal memahami kultur kampus.

 

Materi pertama dibawakan oleh Muhammad Taufiqurohman, Jurnalis Senior Tempo, dengan topik “Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri.” Sebelum sesi dimulai, diputarkan lagu Totalitas Perjuangan – Mars Mahasiswa serta Buruh Tani karya Safi’i Kemamang yang menyalakan energi dan semangat peserta sambil mengisi kuis yang diberikan.

 



Taufiq menyoroti dampak teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (AI), dengan mencontohkan video rekayasa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sempat menghebohkan publik. Ia mengingatkan, sejak kehadiran World Wide Web pada 1994, dunia mengalami transformasi besar yang memengaruhi interaksi, akses informasi, hingga pola transaksi.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi melahirkan profesi baru seperti ojek online dan kreator konten, namun sekaligus menciptakan kelas pekerja digital yang rawan karena minim perlindungan sosial. “Pekerja digital adalah wajah baru ekonomi kita. Mereka membuka peluang, tetapi juga mencerminkan ketidakpastian yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.

 

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Raffi, mahasiswa baru prodi Desain Media, bertanya soal cara menyaring berita hoaks. Taufiq kemudian menunjuk Alifah Olivia, Ketua UKM Korste (Komunitas Pers Politeknik Tempo), yang menjelaskan adanya pelatihan cek fakta dari jurnalis Tempo Cek Fakta dengan sertifikasi internasional ANNIE Lab.

 

Setelah itu, Muhammad Nur Hidayat, Wakil Direktur Bidang Akademik sekaligus dosen Prodi Produksi Media, menyampaikan materi tentang muatan lokal Politeknik Tempo yang mencakup kewirausahaan, public speaking, penulisan, serta literasi digital. Nurhi, sapaan akrabnya, membagikan perjalanan pribadinya dari mengirim tulisan ke koran lokal hingga bergabung di Tempo Media Group.

 



Ia menekankan pentingnya keterampilan praktis. Pada mata kuliah Pengukuran Kinerja Produksi Media, misalnya, mahasiswa akan mempelajari strategi membangun perusahaan dengan metode Canvas dan Balanced Scorecard. Ia juga menekankan pentingnya public speaking untuk membangun kepercayaan, keterampilan menulis naskah dengan three act structure, hingga kemampuan digital untuk melindungi diri dari hoaks dan penipuan. “Bakat hanya 10 persen, sisanya kerja keras. Seperti naik sepeda, dilatih terus-menerus hingga mahir,” pesannya.

 

Usai istirahat, mahasiswa mengikuti ice breaking dan yel-yel kelompok yang menghidupkan suasana.

 

Memasuki sesi siang, Devi Marlita, Dosen Mata Kuliah Pancasila Politeknik Tempo, yang menyampaikan materi “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.” Ia menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman hidup sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan. Menurutnya, salah satu penghambat kemajuan bangsa adalah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

 

“Kenapa 80 tahun merdeka kita belum bisa menjadi negara maju? Karena kita masih terjebak KKN. PR itu ada di pundak mahasiswa. Saat lulus nanti, kalian harus ikut memberantas KKN,” tegasnya.

 

Devi juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen persatuan. Ia mengajak peserta merefleksikan cinta tanah air layaknya mencintai pasangan—membutuhkan perhatian, komitmen, dan pengorbanan. “Kalau kita mencintai negara ini, kita tidak akan rela mendengar orang menjelek-jelekkan Indonesia,” ujarnya.

 

Menjelang penutupan, tiap kelompok diberi kesempatan berlatih untuk penampilan yang akan dipersembahkan pada puncak acara PKKMB, Kamis (11/9).

 

Hari kedua PKKMB diharapkan mampu menanamkan bekal pengetahuan, keterampilan, dan semangat kebangsaan sehingga mahasiswa baru Politeknik Tempo siap menapaki perjalanan akademis sekaligus menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh.