Berita & Artikel

Sidang Terbuka Senat Politeknik Tempo

Politeknik Tempo Sambut Mahasiswa Baru 2025 dengan PKKMB Bertema 'Berdaya, Berkarya, Berdampak’


Oleh : Layla Eva Kalyana
08/09/2025
Bagikan :

Politeknik Tempo – Politeknik Tempo secara resmi memulai tahun akademik 2025/2026 melalui Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Acara ini berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis, 8-11 September 2025, di Gedung Tempo, Palmerah Barat. Dengan mengusung tema utama “Berdaya, Berkarya, Berdampak”, sebuah pesan yang menjadi harapan akan semangat mahasiswa baru dalam memajukan Indonesia.

Rangkaian acara di hari pertama diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka. Prosesi sakral ini dipimpin oleh Ketua Senat, Muhammad Taufiqurohman yang menandai penerimaan resmi para mahasiswa baru menjadi bagian dari civitas akademika kampus yang siap untuk memulai pendidikan tinggi mereka. Untuk menyambut mahasiswa baru, disajikan video profil Politeknik Tempo yang menampilkan informasi seputar kampus.

Indira Tribhuwana, selaku Ketua Panitia PKKMB 2025 memberi sambutan dengan menjelasan tema dari PKKMB tahun ini. “Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Kami percaya bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi besar untuk berdaya, yaitu memiliki kekuatan diri, kemandirian, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman. Dengan daya itu, mahasiswa diharapkan mampu berkarya, melahirkan inovasi, prestasi, dan kontribusi nyata di bidang akademik maupun non akademik. Pada akhirnya, karya yang lahir akan memberikan dampak, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, bahkan dunia.” Indira menutup sambutannya dengan ajakan penuh semangat kepada seluruh peserta PKKMB untuk  hari-hari yang akan datang.

Sambutan dilanjutkan oleh Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo. Shalfi menekankan satu hal penting, jangan hanya kuliah untuk mengejar nilai dan IPK. “Nilai dan IPK penting, tapi tidak cukup. Jejaring pertemanan, organisasi, asah soft skills, tingkatkan kreativitas, berwirausaha, dan berkontribusi dalam kegiatan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi dunia kerja,” ujar Shalfi. Ia mengajak para mahasiswa untuk tidak terjebak dalam rutinitas akademik semata, melainkan aktif mencari pengalaman yang memperkaya wawasan dan memperluas jaringan. Menurutnya, kampus adalah ruang aman untuk mencoba, gagal, belajar, dan tumbuh. Dengan semangat kolaboratif dan keberanian untuk berinovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan relevan di tengah perubahan zaman yang cepat.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap semangat mahasiswa baru, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan sambutan hangat melalui video. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa melalui inovasi, kolaborasi, dan semangat belajar yang tak kenal lelah.

“Dan kalian semua para mahasiswa baru adalah bagian penting dari perjalanan ini,” ujar Menteri Brian. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan studi, tetapi juga mampu mentransformasi pengetahuan dan keterampilan menjadi kontribusi nyata di masyarakat.”

Beliau mendorong mahasiswa baru untuk menjadi agen perubahan, penggerak, dan pelopor yang berani menghadirkan solusi atas berbagai tantangan bangsa. Menurutnya, pendidikan yang berdampak adalah kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusi dengan mahasiswa yang berintegritas, kreatif, adaptif, kolaboratif, dan peduli terhadap masyarakat.

PKKMB disebut sebagai langkah awal dalam proses panjang pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa. Menteri Kemensaintek menyampaikan bahwa momen ini adalah transisi penting dari seorang siswa menjadi mahasiswa yang dewasa, mandiri, dan siap berkontribusi. Di sinilah mahasiswa mulai mengenal budaya akademik, tridharma perguruan tinggi, serta semangat kebangsaan dan inovasi.

Beliau juga mengingatkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat nilai-nilai dasar negara seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar untuk dihafal, tetapi untuk diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Menteri Kemensaintek menekankan pentingnya menciptakan ruang PKKMB yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apapun. Ia berharap budaya kampus yang sehat dan saling mendukung dapat tumbuh dari semangat saling menghormati.

“Saya percaya, dari kampus-kampus di Indonesia ini, akan lahir generasi yang akan membawa Indonesia melangkah dengan bangga menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. Ia mengajak seluruh mahasiswa baru untuk bermimpi besar, berani melangkah, dan terus berkarya demi masa depan yang lebih baik.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi Janji Mahasiswa Baru, yang diucapkan secara simbolis oleh tiga perwakilan dari masing-masing program studi: Manajemen Pemasaran Internasional, Desain Media, dan Produksi Media. Dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab, mereka menyampaikan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai integritas, semangat belajar, dan kontribusi aktif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi “Sistem Perguruan Tinggi di Indonesia.”  Sesi ini dibawakan oleh Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo. Shalfi menerangkan tujuan berkuliah adalah menjadi kompeten di bidangnya, yang mencetak lulusan berintegritas tinggi. Dalam menerapkan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Tempo senantiasa melibatkan mahasiswa untuk mengasah hard skill dan soft skill dengan terlibat aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat.  Pada sistem penilaian baru di Politeknik Tempo, yaitu sistem poin, mahasiswa diwajiban untuk aktif pada kegiatan dan organisasi di dalam dan luar kampus.