Politeknik tempo - Politeknik
Tempo menggelar workshop bertema “Bijak dan Kreatif di Media Sosial”
yang menyasar siswa-siswi SMA/SMK/MA di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Bertempat di Ruang Opini, Lantai 7 Gedung Tempo, kegiatan ini berhasil menarik
antusiasme tinggi dari sekitar 50 peserta muda yang ingin memahami lebih dalam
tentang pemanfaatan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bagian dari
komitmen Politeknik Tempo untuk mendorong literasi digital di kalangan pelajar,
khususnya dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.
Workshop menghadirkan dua narasumber inspiratif dari kampus sendiri: dosen
komunikasi Rachma Tri Widuri dan mahasiswa aktif Alifah Olivia.
“Media sosial saat ini sudah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, perlu disadari bahwa tanpa
pemahaman yang tepat, penggunaannya bisa membawa dampak negatif,” ujar Rachma
di awal sesi. Ia mengingatkan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum
terjun aktif di dunia digital. “Apakah untuk berbagi kreativitas, membangun
jaringan, atau promosi diri—dengan tujuan yang jelas, media sosial bisa
dimanfaatkan lebih optimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Alifah Olivia
membagikan pengalaman praktis dalam mengelola konten Instagram. Ia menekankan
pentingnya menyajikan konten yang informatif, edukatif, dan relevan bagi
audiens. “Konten berkualitas itu tidak selalu harus viral. Yang terpenting
adalah konsisten, bernilai, dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” kata
Alifah.
Salah satu kekuatan workshop ini
terletak pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat dan dinamis.
Peserta tidak hanya menyimak, tetapi aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Clarisa, siswi dari salah satu SMK di Jakarta, mengangkat isu penting tentang cyberbullying.
Ia bertanya bagaimana mengatasi kecemasan akibat perundungan di media sosial.
Menanggapi itu, Rachma memberi pesan tegas namun menyejukkan, “Jadikan komentar
negatif sebagai motivasi untuk terus berkembang. Fokus pada mereka yang memberi
dukungan, bukan yang menjatuhkan.”
Pertanyaan lain datang dari
Rino, yang ingin tahu cara membangun personal branding dan meningkatkan engagement
di media sosial. Alifah menjelaskan, “Temukan keunikan diri, lalu konsisten
tampilkan dalam konten. Jangan lupa, kenali audiens dan bangun komunikasi dua
arah agar keterlibatan mereka tumbuh secara alami.”
Tak kurang dari 10 peserta turut
mengajukan pertanyaan seputar manajemen waktu di media sosial, cara menghindari
hoaks, hingga langkah-langkah menjaga keamanan data pribadi. Semua dijawab
secara lugas dan bersahabat oleh para narasumber.
Lebih dari sekadar berbagi
teknik membuat konten, workshop ini juga menanamkan nilai-nilai etika digital
dan karakter positif. Peserta diajak memahami bahwa menjadi pengguna media
sosial bukan sekadar soal eksistensi, tapi juga soal tanggung jawab sosial.
“Acara ini sangat membuka
wawasan saya. Saya jadi lebih paham bahwa media sosial bisa menjadi alat untuk
menyebarkan hal baik, bukan hanya tempat mencari hiburan,” ujar Dita, salah
satu peserta, saat ditemui di akhir acara.
Workshop ditutup dengan sesi
foto bersama dan networking antar peserta. Banyak dari mereka yang terlihat
saling bertukar kontak, membuka peluang kolaborasi dan pertemanan yang lebih
sehat di dunia maya.
Dengan kegiatan seperti ini,
Politeknik Tempo menunjukkan peran aktifnya dalam membangun generasi muda yang
melek digital, kreatif, dan bijak bermedia sosial. Sebuah langkah nyata dalam
mendukung transformasi pendidikan di era digital.