Berita & Artikel

Foto Bersama Peserta dan Pembicara

Politeknik Tempo Gelar Workshop Kewirausahaan: Ubah Kantong Tipis Jadi Bisnis Manis


Oleh : Ishani Nurfadilah
25/04/2025
Bagikan :

Dalam upaya menghadapi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, Politeknik Tempo terus berkontribusi mendorong lahirnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru. UMKM dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang mampu menggerakkan roda ekonomi, sekaligus menjadi solusi nyata untuk menekan angka pengangguran.

Jumat, 25 April 2025, Politeknik Tempo melalui Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional menyelenggarakan workshop kewirausahaan bertajuk "Ubah Kantong Tipis Jadi Bisnis Manis". Acara ini dihadiri oleh siswa-siswi dari SMK Sumpah Pemuda, SMK Jakarta Pusat 1, dan SMK 45.


Workshop ini menghadirkan Indira Tribhuwana T.D., SE., M.M., Dosen Manajemen Pemasaran Internasional, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Indira membahas berbagai materi penting seputar dunia usaha, mulai dari karakteristik memulai bisnis, pentingnya memilih work-life balance melalui jalur wirausaha, hingga tips memilih antara merintis usaha baru atau membeli bisnis yang sudah berjalan.

Salah satu hal menarik yang disampaikan Indira adalah bagaimana memulai usaha tanpa modal. "Bisa gak sih mulai usaha tanpa modal? Bisa, dengan cara memaksimalkan kemampuan yang kita punya untuk bisa memulai usaha dan menghasilkan cuan," ujarnya di hadapan peserta yang mendengarkan dengan antusias. Ia mencontohkan, seseorang dengan keahlian berhitung dapat membuka jasa tutor matematika sebagai langkah awal memulai bisnis tanpa memerlukan modal besar.

Selain itu, Indira juga membagikan tiga ide bisnis tanpa modal yang dapat langsung dijalankan, yakni:

  • Affiliate Marketing: mempromosikan produk orang lain dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan.
  • Dropshipping atau Reseller: menjual produk tanpa perlu stok barang, dengan bantuan supplier yang mengurus pengiriman.
  • Freelancing dan Produk Digital: seperti membuat artikel, desain logo, konten sosial media, hingga produk digital seperti e-book dan template desain.

Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam memulai usaha kecil di lingkungan sekolah, mulai dari menitipkan produk di kantin hingga menawarkan produk secara langsung ke teman-teman. Indira menekankan bahwa kunci sukses berwirausaha adalah keberanian, rasa percaya diri, dan tidak malu untuk menjual produk sendiri.


Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya tentang strategi menjaga kelangsungan usaha agar tidak mengalami degradasi. Indira menegaskan pentingnya perencanaan bisnis yang matang, analisis pasar yang tepat, penentuan target pasar yang jelas, serta fokus pada kualitas pelayanan, branding, dan promosi yang efektif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Politeknik Tempo berharap para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk mulai menjalankan bisnis mereka sendiri. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan mereka mampu memanfaatkan peluang bisnis kecil dengan keberanian dan kreativitas yang tinggi.