Berita & Artikel

Penyerahan Santunan

Santunan Anak Yatim, Tradisi Penuh Makna di Dies Natalis Ke 4 Politeknik Tempo


Oleh : Rizqi Adam
17/04/2025
Bagikan :

Politeknik Tempo - Momen perayaan Dies Natalis keempat Politeknik Tempo kembali diwarnai dengan tradisi yang sarat makna: santunan anak yatim. Bertempat di Perpustakaan lantai 6 Gedung Tempo, Politeknik Tempo, Rabu, 16 April 2025, sebanyak 20 anak yatim dari Panti Asuhan Kebayoran Lama hadir sebagai tamu istimewa dalam rangkaian syukuran hari jadi kampus vokasi ini.

 

Tradisi ini bukan sekadar seremoni. Sejak berdiri pada tahun 2021, Politeknik Tempo konsisten menjadikan santunan anak yatim sebagai bagian inti dari perayaan ulang tahunnya. Setiap tahun, kegiatan ini menjadi simbol kepedulian kampus terhadap masyarakat sekitar dan komitmen untuk terus berbagi. Pada perayaan Dies Natalis ke-4 tahun 2025 inipun Politeknik Tempo memberikan santunan ke 20 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Mizan Amanah di kawasan Kemandoran.

 







Meski bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester, semangat sivitas akademika tak surut. Mahasiswa tetap hadir dan berpartisipasi aktif. “Walau mahasiswa sedang ujian, semangat mereka untuk datang dan berbagi tetap luar biasa. Kami ingin Dies Natalis ini menjadi momen penuh makna, bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk masyarakat sekitar,” ungkap Shalfi Andri, Direktur Politeknik Tempo.

 

Acara syukuran ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kampus. Hadir Direktur Utama Tempo Media Group, Arif Zulkifli dan jajaran direksi Sebastian Kinaatmaja, Meiky Sofyansyah  dan Budi Setiyarso; Dewan Pembina Yayasan Rumah Edukasi Tempo, Jenderal (Purn) Budiman dan Iwan Giwangkara; serta sejumlah mitra industri seperti Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto dan perwakilan dari Astra International, Yulian Warman.

 

Kehadiran anak-anak yatim disambut dengan hangat oleh seluruh civitas akademika dan para donatur. Bingkisan dan santunan diserahkan secara langsung sebagai bentuk nyata dari semangat berbagi. “Empat tahun bukan waktu yang sebentar. Di balik setiap pencapaian, kami ingin Politeknik Tempo hadir sebagai tempat untuk menebar kebaikan,” ujar Herry Hernawan, Ketua Yayasan Rumah Edukasi Tempo.

 

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui, kemudian ditutup dengan sesi halal bihalal yang mempererat silaturahmi antar keluarga besar Politeknik Tempo dan para tamu undangan.

 

Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terus dijaga, Politeknik Tempo menunjukkan bahwa sebuah institusi pendidikan tak hanya bertugas mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membentuk insan yang peduli dan berempati terhadap sesama.