TEMPO.CO,
Jakarta - Mahasiswa Politeknik Tempo meraih juara 1 dan 2 dalam kompetisi film
dokumenter yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi
(ASPIKOM) Jabodetabek di acara Jambore Nasional Komunikasi (JNK) 2024.
Penghargaan ini diterima langsung oleh para pemenang dalam acara penyerahan
hadiah yang digelar di Universitas Multimedia Nusantara pada Kamis, 8 Januari
2025.
JNK merupakan
ajang tahunan bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi untuk berkompetisi dalam berbagai cabang lomba terkait komunikasi. Pada
tahun ini, tema yang diangkat dalam kompetisi film dokumenter adalah "Dari
Batas ke Tanpa Batas: Privasi dalam Komunikasi Digital". Melalui ajang
ini, ASPIKOM ingin meningkatkan kesadaran akan pentingnya privasi di era
digital. Perlombaan ini menampilkan karya-karya kreatif yang dihasilkan oleh
mahasiswa, dengan dua tim dari Politeknik Tempo meraih posisi teratas.
Tim Peace
Production, yang terdiri dari Ariadne Khatarina Moniaga, Siska Pitriani, Athaya
Jauza Rahmad Sangadji, Elin Sri Handayani, dan Nathan Nevito, berhasil meraih
juara 1 dengan film dokumenter mereka yang berjudul "Kebocoran Tanpa
Akhir: Data Diambang Risiko". Sementara Tim Jekflix, yang terdiri dari
Yoga Putra Pratama Halim, Rafif Ahmad Saputro, Alfito Deannoval, Fadhlan
Fadhililah, dan Daniel Octavian, menempati posisi juara 2 dengan judul film
"Pencurian Data Pribadi Dibalik Belanja Online".
Ariadne
Khatarina Moniaga dari tim Peace Production berbagi tentang inspirasi di balik
film mereka. “Untuk tema, memang sudah menjadi ketentuan dari ASPIKOM bahwa
film dokumenter ini berbicara tentang keamanan data digital. Tapi, secara
spesifik, tim Peace Production memilih mengangkat kasus NPWP karena pada saat
sesi diskusi, kasus itu adalah kasus kebocoran data yang terbaru. Selain itu,
saat kami melakukan riset, kami menemukan fakta bahwa kasus kebocoran data
adalah kasus yang tidak pernah absen untuk terjadi di setiap tahunnya,"
jelas Ariadne.
Ia menyampaikan
bahwa kasus kebocoran data bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga
masyarakat. Menurutnya, banyak orang yang sering tidak sadar dan sembarangan
mengklik link tanpa memeriksa keamanannya. Melalui film ini, ia berharap
masyarakat dapat lebih melek dan teredukasi mengenai cara melindungi diri
mereka di dunia digital. Ia juga menekankan pentingnya pemerintah untuk
memastikan infrastruktur perlindungan data di Indonesia siap digunakan,
termasuk SDM yang berhubungan dengan perlindungan data pribadi.
Yoga Putra
Pratama Halim dari tim Jekflix menceritakan bahwa timnya memilih judul
Pencurian Data Pribadi Dibalik Belanja Online, karena ingin menyampaikan pesan
penting kepada para konsumen yang menggunakan jasa belanja online. "Kami
ingin mengimbau para konsumen untuk tetap berhati-hati, baik sebelum maupun
setelah berbelanja," ujarnya.
Yoga
menambahkan sebaiknya konsumen menghindari memasukkan data pribadi ke platform
belanja online yang belum legal dan memastikan untuk membuang atau menghapus
jejak yang tertera di plastik atau kardus paket setelah membukanya. Menurut
Yoga, langkah-langkah sederhana ini sangat penting untuk melindungi privasi dan
mencegah pencurian data pribadi.
Ketua ASPIKOM
Jabodetabek Rini Sudarmanti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan
panitia atas suksesnya pelaksanaan JNK ke-4 ini, yang merupakan pelaksanaan
pertama setelah pandemi Covid-19. "Kami berharap kompetisi ini dapat
mendorong penyelesaian masalah yang lebih kreatif di era digital ini.
Mudah-mudahan lomba ini bisa menjadi refleksi bagi kita semua, dan semoga JNK
berikutnya bisa lebih baik lagi," ujarnya.
Keberhasilan
ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi mahasiswa dan civitas academica
Politeknik Tempo, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya
dan berkontribusi positif bagi masyarakat melalui media kreatif.