Berita & Artikel

Professor of Practice Journalism and Media Studies Centre, The University…

Penutupan ANNIE School Net Conference, Korste Berkomitmen Kenalkan Cek Fakta ke Sekolah Menengah


Oleh : Richard Kannedy & Ariadne Khatarina Moniaga
14/12/2024
Bagikan :

Ho Chi Minh City – Pada hari kedua ANNIE School Net Conference 2024 yang bertempat di Kampus Utama Van Lang University, agenda semakin menarik dengan fokus pada kolaborasi internasional dan tantangan baru di era teknologi. Sabtu, 14 Desember 2024, acara dimulai tepat pada pukul 09.00 dengan sesi "My School and Our Fact-Checking Story".

Universitas Airlangga (Indonesia), New Era University College (Malaysia), University of Social Sciences and Humanities (Vietnam) dan University of Hongkong secara bergantian mempresentasikan inisiatif cek fakta yang mereka jalankan. Masing-masing kampus menyoroti strategi unik dalam memberdayakan mahasiswa sebagai pengecek fakta, berbagi pencapaian, dan menginspirasi peserta lain untuk meningkatkan program mereka.

Setelah jeda singkat, agenda dilanjutkan dengan tantangan dan lokakarya bertajuk "AI Fact-Check Challenge" yang dipandu oleh Professor of Practice Journalism and Media Studies Centre, The University of Hong Kong Masato Kajimoto.  Lokakarya ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam  mendeteksi informasi palsu yang dihasilkan teknologi kecerdasan buatan. Peserta diuji memecahkan simulasi kasus menggunakan insting untuk memverifikasi foto, video, dan teks. “Suara adalah hal tersulit untuk dideteksi apakah itu Ai atau bukan, bahkan teknologi pendeteksi Ai sekalipun tidak mampu memberikan hasil yang akurat, karena sebagai pengecek fakta kita membutuhkan hasil yang 100% akurat” ujar Masato

Setelah lokakarya, peserta memasuki sesi “Mini Fact-Check in Asean Country”. Dalam sesi ini, setiap kampus mewakili negaranya memberikan tanggapan terhadap isu yang terjadi apakah itu fakta atau hoaks. Setelah sesi Fact-Check  selesai, peserta melanjutkan kunjungan ke ruang redaksi Thanh Nien Newspaper. Di sini, peserta mendapat wawasan mengenai proses produksi berita, dari investigasi hingga publikasi, yang mengutamakan prinsip akurasi dan integritas jurnalistik.

Sebagai penutup konferensi, para peserta menghadiri Farewell Dinner di Hoa Tuc Saigon, sebuah restoran ikonis di Ho Chi Minh City. Acara makan malam ini menjadi momen yang penuh kehangatan dan keakraban. Masato Kajimoto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua peserta dan menyatakan harapannya agar inisiatif ini dapat terus berlanjut.

Menanggapi kegiatan ini, salah satu inisiator ANNIE  dari Indonesia, Wahyu Dhyatmika mengungkapkan, “Sejak awal ANNIE dirancang untuk memperluas basis gerakan cek fakta ke sekolah dan kampus. Kami menyadari bahwa upaya menangkal misinformasi atau disinformasi akan jauh lebih bertenaga jika  melibatkan lembaga pendidikan dan para guru/dosen dan mahasiswa. Sebagai kelompok terpelajar, mereka bisa menjadi motor untuk menggaungkan literasi digital sehingga khalayak ramai lebih kebal menghadapi serangan hoaks” ujar CEO Tempo Digital ini saat dihubungi dari Ho Chi Minh.