Ho
Chi Minh City – Pada hari kedua ANNIE School Net Conference 2024 yang bertempat di Kampus Utama Van
Lang University, agenda semakin menarik dengan fokus pada kolaborasi
internasional dan tantangan baru di era teknologi. Sabtu, 14 Desember 2024, acara
dimulai tepat pada pukul 09.00 dengan sesi "My
School and Our Fact-Checking Story".
Universitas Airlangga
(Indonesia), New Era University College (Malaysia), University of Social
Sciences and Humanities (Vietnam) dan University of Hongkong secara bergantian
mempresentasikan inisiatif cek fakta yang mereka jalankan. Masing-masing kampus
menyoroti strategi unik dalam memberdayakan mahasiswa sebagai pengecek fakta,
berbagi pencapaian, dan menginspirasi peserta lain untuk meningkatkan program
mereka.
Setelah jeda singkat,
agenda dilanjutkan dengan tantangan dan lokakarya bertajuk "AI Fact-Check Challenge" yang dipandu oleh Professor of
Practice Journalism and Media Studies Centre, The University of Hong Kong
Masato Kajimoto. Lokakarya ini
memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mendeteksi informasi palsu yang dihasilkan
teknologi kecerdasan buatan. Peserta diuji memecahkan simulasi kasus
menggunakan insting untuk memverifikasi foto, video, dan teks. “Suara adalah
hal tersulit untuk dideteksi apakah itu Ai atau bukan, bahkan teknologi
pendeteksi Ai sekalipun tidak mampu memberikan hasil yang akurat, karena
sebagai pengecek fakta kita membutuhkan hasil yang 100% akurat” ujar Masato
Setelah lokakarya,
peserta memasuki sesi “Mini Fact-Check in
Asean Country”. Dalam sesi ini, setiap kampus mewakili negaranya memberikan
tanggapan terhadap isu yang terjadi apakah itu fakta atau hoaks. Setelah sesi Fact-Check selesai, peserta melanjutkan kunjungan ke
ruang redaksi Thanh Nien Newspaper.
Di sini, peserta mendapat wawasan mengenai proses produksi berita, dari
investigasi hingga publikasi, yang mengutamakan prinsip akurasi dan integritas
jurnalistik.
Sebagai penutup
konferensi, para peserta menghadiri Farewell
Dinner di Hoa Tuc Saigon, sebuah restoran ikonis di Ho Chi Minh City. Acara
makan malam ini menjadi momen yang penuh kehangatan dan keakraban. Masato
Kajimoto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua peserta dan menyatakan
harapannya agar inisiatif ini dapat terus berlanjut.
Menanggapi kegiatan ini,
salah satu inisiator ANNIE dari
Indonesia, Wahyu Dhyatmika mengungkapkan, “Sejak awal ANNIE dirancang untuk
memperluas basis gerakan cek fakta ke sekolah dan kampus. Kami menyadari bahwa
upaya menangkal misinformasi atau disinformasi akan jauh lebih bertenaga
jika melibatkan lembaga pendidikan dan
para guru/dosen dan mahasiswa. Sebagai kelompok terpelajar, mereka bisa menjadi
motor untuk menggaungkan literasi digital sehingga khalayak ramai lebih kebal
menghadapi serangan hoaks” ujar CEO Tempo Digital ini saat dihubungi dari Ho
Chi Minh.