Berita & Artikel

Anak Panti Asuhan Mizan

Dies Natalis ke 3 Politeknik Tempo Gelar Rangkaian Puncak Dengan Undang Anak Yatim


Oleh : Daniel Octavian
30/04/2024
Bagikan :

Politeknik tempo menggelar puncak acara Dies Natalis yang ke 3 dengan mengundang anak Yatim pada Selasa, 30 April 2024.   Tujuan acara ini adalah memberikan bantuan kepada Anak Yatim tiap tahunnya.  Sebanyak 20 anak yatim dari Panti Asuhan Al-Mizan Amanah, Kemandoran, Jakarta Selatan dengan didampingi oleh 2 orang pengasuh mendatangi Gedung Tempo Media tepatnya di Perpustakaan Lantai 6 hari ini. Acara disambut oleh Direktur Politeknik Tempo yaitu Bapak Shalfi Andri.

 

"Senang rasanya bisa berkumpul disini, menggelar rangkaian puncak acara dies natalis dengan tema "kreativitas cerdas tanpa batas". kata Shalfi Andri.

 

Pada acara ini juga disupport oleh Tempo Media Group, JNE, Mandiri, Genflix, Mcdonald, Artotel Wonderlust, Inti Whiz dan V-SOY.

 

Sementara Ketua Yayasan Edukasi Politeknik Tempo, Bapak Herry Hernawan menaruh  harapan bagi  mahasiswa bisa lulus dan dapat kerja. Ini  tentu akan diarahkan ke dalam  industri untuk bisa diterima kurang lebih 3 bulan.  "3 tahun tidak terasa, tahun depan bisa wisuda semoga lulusan ini harus bisa siap kerja, kreatif dan mandiri" kata Henry Hernawan.

 

Seperti diketahui Politeknik Tempo adalah Perguruan Tinggi Vokasi yang didirikan oleh Yayasan Rumah Edukasi Tempo pada 27 April 2021. Berlokasi di Jalan Palmerah Barat Nomor 8, kampus ini memiliki tiga program, studi yakni Desain Media, Manajemen Pemasaran Internasional, dan Produksi Media.

 

Pendiri Majalah Tempo, Goenawan Mohamad juga menjadi keynote speaker pada acara dies natalis kali ini.  "Kreativitas itu tidak diajarkan tetapi dilatih. Kreatif itu menjadi bebas. Bebas dlm arti bahwa, kita bisa bebas berpendapat. Tidak kreatif, tidak aktif." Ujar Goenawan Mohamad.  Kita juga dlm institusi mengharuskan ada pengalaman-pengalaman baru. Pengalaman baru ini bisa membentuk pemikiran yang kreatif dan pastinya anru33 menghasilkan sesuatu yang baru.

 

Rangkaian puncak acara diisi dengan sesi diskusi. Sesi diskusi pertama dibawakan oleh Lestari Nurhajati, Wakil Rektor IV LSPR  dan Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital  memaparkan materi  dengan tema "Navitasi Digital: Membangun masyarakat yang sadar teknologi.  “Literasi Digital itu proaea untuk menganalisis. Ini cara muday yang bisa digunakan dalam 10 kompetensi literasi digital yakni mengakses, menyeleksi, memahami, menganalisis, memverifikasi, mengevaluasi, mendistribusikan, memproduksi, berpartisipasi dan berkolaborasi” Kata Lestari Nurhajati.  Ditengah" literasi digital ini, kita menghadapi artificial intelligent (AI). Hal ini Ai tidak bisa berhenti selama teknologi maju dan ai masih terus-menerus berkelanjutan. Bahkan profesi bisa tergantikan oleh AI itu sendiri. Penggunaan AI itu harus bisa secara jelas biar makin kuat dan independen.

 

Sementara itu, Nurhidayat memaparkan materi dengan tema Kreativitas Kolaboratif di Era Digital. AI pada intinya adalah mempermudah kita terhadap apa yang dilakukan.  Kata Nurhidayat.

AI ini bisa menjadi pisau bermata dua yang bisa membantu kita tetapi bisa membunuh kita. Kita harus memilih bisa mengendalikan apa yang dilakukan agar tidak serta merta untuk menggunakan AI.

 

Acara kemudian ditutup dengan  penampilan mahasiswa politeknik tempo dan acara hiburan lainnya.