Berita & Artikel

Diskusi santai di balik Dapur Bocor Alus-Independensi Media dalam Pemilu…

Diskusi bertema Perspektif Di Media Antara 2 Negara Menghadirkan Narasumber Jurnalis Tempo dan Akademisi Universitas Utara Malaysia


Oleh : Ariadne Khatarina Moniaga
07/12/2023
Bagikan :

Politeknik Tempo - Diskusi santai di balik Dapur Bocor Alus-Independensi Media dalam Pemilu 2024 bersama Mahasiswa Politeknik Tempo, dosen Universitas Pancasila dan Universitas Utara Malaysia yang bertempat di Ruang Nasional, Politeknik Tempo Jakarta pada Kamis, 7 Desember 2023. Diskusi ini merupakan salah satu sesi dalam kegiatan Collaboration Short Mobility. 


Diskusi yang mengangkat tema Perspektif Di Media Antara 2 Negara dipandu oleh Muhammad Nurhidayat, S.Sos, M.M. selaku Wakil Direktur Politeknik Tempo Bidang Akademik Kemahasiswaan. Dihadirkan dua narasumber yaitu Stefanus Pramono Jurnalis Tempo dan Dr. Mohammad Zuwairi Mat Saad selaku Wakil Dekan 3 School of Multimedia Technology and Communication, Universitas Utara Malaysia.


Mengawali diskusi dengan materi mengenai Development, Rules and Regulation Media In Malaysia oleh Dr. Zuwairi. Ia Menceritakan sejarah media-media di Malaysia, dari mulai pertama kali munculnya berita, nama media, sampai 3 bahasa yang digunakan dalam top 30 situs media Malaysia yaitu Malay, English, Chinese dan berbagai media massa lainnya seperti radio juga televisi. 


"Media di Indonesia lebih bebas dibandingkan di Malaysia yang memiliki aturan-aturan ketat salah satunya tidak boleh mengkritik atau menyinggung 3 hal yaitu agama, kesulitan, dan etnis," katanya ketika ditanya mengenai kebebasan berpendapat di Malaysia. "Jadi hanya membicarakan lokal, seperti fasilitas, rumah tangga, atau ekspresi diri sendiri," lanjutnya.


Narasumber kedua Stefanus Pramono seorang Jurnalis Tempo sekaligus penanggung jawab podcast Bocor Alus. Selain membahas perspektif media di Indonesia Pramono juga membahas proses di balik layar podcast Bocor Alus. 


"Tidak banyak yang membaca koran atau berita makanya kami membuat produk baru yaitu podcast Bocor Alus yang di dalamnya hanya ngobrol tanpa script membahas suatu isu," ujarnya dalam pemaparan materi berjudul Bagaimana Kami Memberi Dampak. "Satu hal harus dicatat, sebuah konten terutama berisi informasi paling penting itu dampak yang luas kepada publik," tegasnya.


Selama acara terlihat animo mahasiswa dan dosen yang antusias mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber. Meski sedikit mencolek tentang politik dan kebebasan pers, hangatnya acara terasa dari tawa peserta dalam diskusi. 


"Dari pandangan Gen Z, isu-isu dalam pemberitaan rasanya sangat berat, tapi berita terasa menarik jika sudah mulai membaca, dari Tempo sendiri ada gak berita yang disajikan berbeda yang lebih ke arah Gen Z atau pengemasan berita untuk menarik Gen Z," tanya Laila Rahamatillah mahasiswa semester 3 Manajemen Pemasaran Internasional. 


Mendengar pertanyaan tersebut Pramono semangat menjawab bahwasanya, dari Tempo masih berdiskusi mengenai target untuk mahasiswa supaya lebih luas karena sayang produk berita dan konten yang berkualitas tapi belum sampai ke berbagai lapisan. 


"Kami masih memperbaiki itu semua untuk menjangkau anak muda karena media yang tidak berubah pasti akan mati," lanjutnya mantap.


Acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Politeknik Tempo yang diwakili oleh Muhammad Nurhidayat, S.Sos, M.M. selaku Wakil Direktur Politeknik Tempo Bidang Akademik dan Muhamad Rosit, M.Si. selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila. Kemudian, penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Politeknik Tempo yang diwakili lagi oleh Pak Muhammad Nurhidayat, S.Sos, M.M. dan Dr. Mohd Zuwairi Mat Saad, PhD. selaku Wakil Dekan 3 School of Multimedia Technology and Communication, Universitas Utara Malaysia.