Politeknik Tempo - Mahasiswa Program Studi Produksi
Media lintas angkatan melakukan kunjungan industri ke Lembaga Sensor Film (LSF)
di Gedung C, Lantai 3 Kemendikbudristek Jl. Jenderal Sudirman, Komplek
Kemdikbud pada Senin, 16 Oktober 2023. Kunjungan ini merupakan implementasi
kegiatan literasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis terhadap
beberapa mata kuliah yang terintegrasi dengan muatan produksi film.
Kedatangan mahasiswa disambut ramah dan hangat oleh
dua anggota LSF perwakilan pemerintah di bidang kebudayaan dari Ditjen
kebudayaan, yaitu Kuat Prihatin dan Rosery Rosdy Putri. Acara dibuka dengan
perkenalan masing-masing institusi. Hadir pada kesempatan ini, Wakil Direktur
Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Politeknik Tempo, M. Nur Hidayat menyampaikan
terima kasih atas kesempatan yang diberikan LSF kepada mahasiswa untuk dapat
mengenal peran dan tanggung jawab LSF pada kunjungan kali ini.
Mengawali penjelasan tentang sensor film
disampaikan langsung oleh Roseri Rosdy Putri. Ia menyampaikan materi dari sejarah
berdirinya LSF yang dimulai sejak zaman Belanda, regulasi terkait industri
film, klasifikasi usia penonton, dan juga alur pendaftaran sensor hingga
mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS).
Selama acara terlihat animo mahasiswa yang antusias
mengajukan pertanyaan kepada kedua anggota LSF tersebut. Tak ketinggalan pula
opini yang disampaikan mahasiswa mengenai film dan sensor film.
"Bagaimana proses sensor pada program televisi
yang kejar tayang, karena sepertinya internal sensor pada lembaga penyiaran
kurang efektif, mengingat ada saja program yang mendapat peringatan dari
KPI?" tanya Nadira, mahasiswi Produksi Media angkatan 2021.
"Prinsipnya jika dibawa ke lembaga sensor itu
masih utuh, sebelum ditayangkan mereka harus disensor dulu karena satu-satunya
Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) itu hanya dari LSF," jawab Roseri,
"Beberapa film yang diperingati KPI itu memang berarti gak disensor
terlebih dahulu, hal tersebut akan menjadi urusan KPI dan televisi,"
tambahnya.
Terdapat juga pertanyaan dan penjelasan terkait
peran LSF pada film-film yang tayang di konten layanan streaming atau over
the top (OTT) yang ramai dengan jumlah penontonnya.
Sebelum mengakhiri acara, Kuat Prihatin mengimbau
mahasiswa Prodi Produksi Media Politeknik Tempo untuk menjadi bagian dari
sahabat sensor mandiri. Sebagai khalayak yang cerdas memilah, cerdas memilih,
dan cerdas mencerna.
Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan pemberian plakat dari LSF yang diterima oleh Rizki Ayu Budipratiwi selaku Ketua Program Studi Produksi Media, Politeknik Tempo yang disambung langsung dengan foto bersama.