POLITEKNIK TEMPO – Generasi Z atau Gen Z menjadi topik yang diangkat dalam program siniar
bertajuk ‘Podcast Kafe Palmerah’. Dosen Produksi Media, Rachma Tri Widuri
menjadi pemandu siniar kali ini yang bertukar pikiran dengan influencer
Mamihunny. Selama 40 menit, mereka berbincang mengenai karakteristik generasi Z
dari sudut pandang mereka sebagai orang tua.
Kepada Rachma, Hunny
bercerita mengenai perbedaan pola pengasuhan anak gen z dengan dirinya sebagai
gen x. Sebagai orang tua, Hunny memosisikan dirinya sebagai teman agar
anak-anaknya dapat terbuka kepada dirinya. “Jadi, kalau saya mau larang mereka,
ga bisa tuh saya langsung bilang ga boleh. Harus saya jelasin
dulu alasan kenapa saya larang, baru mereka bisa terima,” ucap Hunny.
Lebih lanjut, Hunny
membagikan ceritanya saat anak keduanya, Almera Belva yang bercita-cita menjadi
pemain bola. “Dia bilang ke saya pengen sekolah di Malang, cuma saya ga yakin sama dia karena sekolah itu bentuknya semi homeschooling.”
Demi mengantisipasi keraguannya, Hunny membuat kesepakatan dengan anaknya
dimana jika ia tidak mampu menyelesaikan pendidikannya di sekolah tersebut,
maka ia akan bersekolah di sekolah pilihan sang ibu. Almera pun menyutujui
kesepakatan tersebut.
Sayangnya, setelah bersekolah
selama hampir satu semester, Almera tidak ingin melanjutkan pendidikannya di
sekolah tersebut karena merasa tidak cocok dengan lingkungannya. Sesuai
kesepakatan, Almera pun bersekolah di sekolah pilihan sang ibu. Di sana, ia
menorehkan prestasi dengan selalu menjadi juara kelas. “Jadi, sebagai orang
tua, saya tidak bisa hanya melarang dia. Kayak misalnya, dia juara kelas, tentu
saya harus apresiasi dan kasih reward supaya dia semangat,” jelas Hunny.
Selain membagikan ceritanya
sebagai orang tua gen z, Hunny juga bercerita mengenai awal mula ia terjun
menjadi seorang influencer. Jauh sebelum era sosial media seperti
sekarang ini, Hunny sudah bersentuhan dengan sosial media lawas. Salah satunya
ialah Friendster. Lalu, pada era pandemi, Hunny juga mengikuti arus tren
dengan bermain TikTok. Dari aplikasi tersebut, Hunny pun terdorong untuk
menjadi influencer di TikTok dan Instagram.
Menutup siniar kali ini, Hunny membagikan beberapa pesan penting bagi gen z. Menurutnya, anak-anak gen z harus menjadi diri sendiri yang mempunyai sesuatu yang berbeda dari orang lain. “Karena saat kamu jadi diri kamu sendiri, kamu akan disukai sama orang-orang.” Hunny juga menambahkan bahwa anak-anak gen z harus berani tampil di depan umum.
‘Podcast Kafe Palmerah’
merupakan program siniar yang diproduksi oleh UKM Podcast Politeknik Tempo.
Program ini akan ditayangkan di kanal Youtube Politeknik Tempo dan
membahas topik-topik yang sedang menjadi tren di masyarakat maupun yang sedang
hangat untuk dibicarakan.