Berita & Artikel

Sumber Foto : Pinterest

Pendidikan bagi Anak Laki-Laki dan Perempuan - FILOSOFI TERAS


Oleh : Deswina Anfarizi
28/05/2023
Bagikan :

POLITEKNIK TEMPO - “Tidak ada macam keutamaan yang hanya untuk laki – laki dan keutaman lain untuk perempuan. Seorang laki – laki harus memiliki akal sehat, begitu juga perempuan. Apakah gunanya seorang laki – laki dan seorang perempuan yang (sama – sama) bodoh?” – Musonius Rufus (Lectures). 

Musonius Rufus membahas khusus mengenai Pendidikan laki – laki dan perempuan. Menurutnya, laki – laki dan perempuan sama dalam hal – hal berikut : kemampuan bernalar, pancaindra dan anggota tubuh, keinginan untuk keutamaan, keinginan untuk perbuatan baik, dan ketidaksukaan akan kejahatan. Dia tidak percaya bahwa ada nilai – nilai kebajikan yang berlaku hanya untuk laki – laki. Karenanya, Musonius menyimpulkan bahwa perempuan juga harus mendapatkan pendidikan yang sama, baik pendidikan nilai – nilai/filosofi maupun pendidikan akademis. 

Pandangan yang telah lahir 2.000 tahun silam ini sangat maju untuk zamannya, dan sungguh kontras dengan pandangan banyak orang tua masa kini yang masih menganggap anak perempuan tidak perlu belajar setinggi anak laki – laki. Alasan pada umumnya adalah karena anak perempuan akan menikah dan hanya focus pada urusan rumah tangga saja. Alasan lain adalah takut tidak ada laki – laki yang ingin menikah dengan perempuan yang berpendidikan tinggi. Padahal, sesungguhnya banyak sekali keuntungan bagi istri dan ibu untuk memiliki latar belakang pendidikan. 

Selain bisa mengajari anak – anaknya, istri yang berpendidikan bisa menjadi backup tulang punggung keluarga jika terjadi apa – apa dengan suami (Pendidikan membantu dalam mencari pekerjaan ataupun melakukan bisnis).