Manajemen Pemasaran Internasional

Keunggulan Program Studi


Serba digital. Dunia bisnis saat ini sudah jauh berubah dibandingkan 5-10 tahun lalu, apalagi tahun-tahun sebelumnya. Organisasi ekonomi global terkemuka, World Economic Forum dalam dokumen berjudul “The Future of Jobs Report” tahun 2020, dan Center of Future of Work, menyoroti pentingnya teknologi dalam profesi marketing (pemasaran) di masa depan, terutama ketika kehidupan dan praktik bisnis semuanya sudah serba digital.  


Pada masa ini dan di masa datang, korporasi akan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja dan beradaptasi dengan dunia bisnis yang serba digital, dengan perubahan yang sangat cepat dan terus menerus. Dunia bisnis yang sudah serba digital adalah dunia tanpa batas.

 

Situasi seperti inilah yang dihadapi Tempo Media Group selama 10 tahun terakhir. Kelompok  usaha di bidang media ini merupakan pionir dalam bisnis media online dengan melahirkan www.tempointeraktif.com, media online pertama di Indonesia --yang kemudian bermetamorfosa menjadi tempo.co. 


Setelah bergelut dengan perubahan model bisnis --orang sering menyebutnya digital disruption--, Tempo Inti Media Group kini sudah semakin adaptif dengan perubahan yang serba cepat, dan masif. Tempo Media Group kemudian melahirkan banyak anak usaha baru di bawah bendera PT Info Media Digital yang bergerak di banyak bidang usaha digital, mulai dari animasi hingga pendidikan dan pelatihan. Pengalaman ini sangat mendukung pilihan Politeknik Tempo Jakarta pada Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional.

 

Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional di Politeknik Tempo Jakarta akan fokus pada area pendidikan marketing yang terkait dengan ekosistem digital dan komunikasi (Corporate Communication, Public Relations, Advertising, dan Branding), serta akan dikuatkan dengan mata kuliah Hukum Bisnis Internasional dan International Business Context, yaitu pembelajaran tentang Local Culture di banyak negara. 


Pendek kata, Politeknik Tempo Jakarta ingin melahirkan tenaga marketing yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan prima di dunia digital, dan sekaligus juga mereka yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang mumpuni dalam praktik bisnis di negara lain. 

 

 

Profil Lulusan


Survei Amazon Web Service baru-baru ini menunjukkan bahwa pada 2025, Indonesia membutuhkan 110 juta pekerja di bidang digital. Jumlah tersebut diperlukan untuk mendukung perekonomian agar selaras dengan perkembangan teknologi. 


Di tengah cepatnya perkembangan teknologi informasi, digitalisasi, dan terutama perubahan perilaku konsumen digital --Gen Y (milenial) dan Gen Z) yang jumlahnya makin dominan, dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berinovasi dan beradaptasi, sekaligus mengadopsi perubahan-perubahan tersebut.

 

Bappenas dalam Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2020-2024 menyatakan bahwa bidang-bidang pekerjaan yang diperlukan di masa datang adalah profesional, teknologi informasi, bisnis kreatif, pelayanan kesehatan, pendidikan, konstruksi dan pemasaran.  Untuk itulah, Politeknik Tempo memilih Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional menjadi salah satu andalannya.

 

Tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah perkembangan dunia digital yang sangat cepat dan masif, serta bagaimana perusahaan mampu beradaptasi dengan ekosistem digital tersebut. Selain itu, sertifikasi/SKKNI yang makin penting dalam konteks pengukuran kompetensi, sekaligus pengakuan atas suatu profesi/ unit pekerjaan, juga akan menjadi acuan dari program studi Manajemen Pemasaran Internasional.


Dosen Tetap 


Program studi Manajemen Pemasaran Internasional akan berfokus dan mengedepankan kemampuan lulusannya di bidang pemasaran digital dan komunikasi. Era digital ditandai antara lain oleh perubahan yang cepat dan masif dalam segala hal. 


Dalam kondisi seperti itu, dibutuhkan tenaga marketing yang memiliki kemampuan komunikasi yang prima, baik lisan, tulisan, maupun dalam bentuk gambar, foto, atau video. Mereka juga harus memiliki kemampuan digital, tidak hanya soal peranti keras dan lunak, tapi juga tentang sikap dan perilaku digital. Lulusan Politeknik Tempo diharapkan memiliki dua kemampuan dasar tersebut.


Itulah sebabnya, kami memilih dosen-dosen yang memiliki kemampuan komunikasi yang prima, pengetahuan dan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan platform digital, serta memiliki kemampuan berpikir strategik, terbuka, kreatif, dan inovatif. 


Berikut ini sejumlah dosen Program Studi Pemasaran Internasional, yang rata-rata memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam ilmu pemasaran, melek digital, dan memiliki pengalaman yang kuat yang nantinya bisa ditularkan kepada para mahasiswa.


1. Dr. Ardiansyah, S.Kom., M.M.
Lulusan S1 Sistem Informasi, di Fakultas Komputer, Binus University, Jakarta, pada 2010, ini menyelesaikan magister manajemen di IBI Darmajaya, Lampung pada tahun 2015. Ardiansyah meraih gelar doktor di Fakultas Ilmu Manajemen, dengan konsentrasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, di  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 2020.

Ardiansyah pernah bekerja di Matahari Department Store. Tapi, jiwanya sebagai pendidik menuntun Ardiansyah kembali ke almamaternya. Dia mengajar di sana dari 2016 hingga 2019. Ardiansyah memiliki pengalaman yang mumpuni dalam dunia pemasaran, industri retail, dan pengembangan human capital.

2. Harry Jundrio, S.E., M.M.

Harry adalah seorang praktisi bisnis yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan expertise di bidang marketing, business development, training & development dan human resources serta service excellence. Ia memiliki pengalaman kerja di korporasi nasional maupun internasional. Ia pernah bekerja di kantor pusat Deutsche Post DHL Group di Jerman melalui program AIESEC Internship. Selain itu, ia juga pernah bekerja di Indah Kiat Pulp & Paper, Bank Mega, Bank BNI, NHK World Japan dan Sydney Community Foundation di Australia. Ia juga merupakan salah satu alumni Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP).

Harry menyelesaikan studi S1-nya di International Class Fakultas Ekonomi Universitas Andalas dan pernah memperoleh predikat Mahasiswa Berprestasi. Studi S2-nya diselesaikan di Universitas Tarumanagara dengan predikat cumlaude.  

3. Dewi Yani Amril, S.Kom., M.M.
Peraih predikat Cumlaude ketika menyelesaikan S1 di Bina Nusantara University pada 1999 ini memiliki pengalaman mengajar yang panjang di Binus University dan Kalbis Institute. Ilmu komputer yang dikuasainya juga banyak membantu pengembangan sistem informasi dan administrasi di Binus dan Kalbis.

Lulusan S2 marketing di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini juga memiliki pengalaman kerja di berbagai perusahaan internasional seperti Citibank, GE Finance, ING Aetna, dan Manulife Insurance.  Dan saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Terbuka Jakarta.

4. Rahmi Utami, S.Sos., M.B.A
Sarjana Administrasi Fiskal, Universitas Indonesia, Jakarta, ini pernah mengajar di Politeknik Negeri Jakarta, STAN Jakarta dan Universitas Sahid, Jakarta.

Peraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada ini mengampu banyak mata kuliah, sebagian besar terkait dengan keuangan, dan pemasaran. Sebelumnya, Rahmi bekerja di perusahaan konsultan perbankan PT Anabatic Teknologi, Bank BRI, dan American Express Bank.  

5. Muhammad Iqbal Arrasyid, S.E., M.M.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Ekonomi, Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) pada 2004, ia bekerja di perusahaan periklanan, dengan spesialisasi produksi audio-visual. Pada 2018, ia mundur dari PT Koi Films dengan posisi terakhir sebagai presiden direktur.

Iqbal menyelesaikan studi S2-nya pada 2019 di Universitas Trilogi --nama baru STEKPI. Ia kemudian menjadi pengajar tidak tetap untuk mata kuliah manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trilogi, dan pengajar tidak tetap untuk mata kuliah Marketing Communication di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Bakrie.

Ia sedang menempuh pendidikan S3 di Universiti Putra Malaysia. Iqbal aktif menulis di berbagai jurnal, salah satunya di International Journal of Supply Chain Management (IJSCM). Ia menulis buku “Menjadi Techno Sociopreneur – Strategi Pengembangan “Halal Travel Agency” Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0.