Berita & Artikel

Cover Buku After Dark Haruki Murakami

After Dark : Pilihan Tepat Untuk Mulai Membaca Haruki Murakami


Oleh : Rahmania Nerva
06/11/2022
Bagikan :

POLITEKNIK TEMPO-Nama Haruki Murakami sudah tidak asing lagi di dunia novel kontemporer internasional. Penulis asal Jepang itu terkenal akan genre surealisme magis yang dekat dengan kehidupan masa kini. Gaya penceritaan ulungnya juga menjadi daya tarik tersendiri ketika memulai membaca karyanya.

 

Kini sudah banyak karya Haruki Murakami yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, baik bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Untuk mengakses bukunya pun mudah karena sudah banyak tersedia di toko-toko buku atau perpustakaan. Mulai dari novel sampai antologi cerpennya yang terkenal, tidak ada alasan untuk tidak mulai penasaran dan mencoba membacanya untuk merasakan kemasyhurannya sendiri. Dengan banyaknya pilihan novel Haruki Murakami untuk dibaca, mungkin akan sulit untuk menentukan harus mulai membaca darimana untuk memahami dunia Haruki Murakami sebagai pemula.

 

Jika Anda berniat untuk mulai membaca novel Haruki Murakami dan bingung untuk memulainya dari mana, novelnya yang berjudul After Dark cocok sebagai permulaan. Novel After Dark diterbitkan pada tahun 2004 di Jepang, sementara terjemahan bahasa Inggrisnya diterbitkan pada tahun 2007. Novel ini memiliki tebal 208 halaman dan termasuk ringan untuk dibaca dibandingkan karya-karya Haruki Murakami yang lain. Selain itu, atmosfer surealisme yang tidak terlalu berat pada novel ini membuat After Dark cocok sebagai perkenalan kepada dunia asing Haruki Murakami tanpa membuat kepala pening.

 

After Dark berpusat pada tokoh utama, Mari Asai, seorang gadis yang melarikan diri dari rumahnya untuk menghindari kakaknya, Eri Asai, yang telah tertidur dalam waktu yang sangat lama. Dalam pelariannya itu Mari bertemu dengan orang-orang lainnya yang memiliki satu kesamaan: terjaga ketika orang-orang lain tertidur. Novel ini berhasil mengekspresikan berbagai karakteristik dari individu-individu yang terisolasi dari sekelilingnya ketika malam hari tiba di kota Tokyo. Dengan setting cerita yang hanya terjadi selama kurang lebih tujuh jam, semua peristiwa difusi dalam waktu semalaman, menghubungkan individu-individu tersebut kepada kebetulan-kebetulan yang tidak mereka sadari. Pada setiap bab dalam novel ini juga diberikan jam yang menunjukkan waktu ketika peristiwa di dalam bab itu terjadi. Bab demi bab menunjukkan keterhubungan dari segala peristiwa secara bertahap hingga pagi hari.

 

Hal yang membuat novel ini patut dibaca selain karena ketebalannya, penceritaan dengan pemilihan kata yang memikat membuat pembaca betah untuk terus membacanya. Dengan sudut pandang orang pertama juga, Haruki Murakami memperlakukan pembaca sebagai penonton secara interaktif seolah pembaca ikut ke dalam peristiwa yang terjadi dalam ceritanya. 

 

“Our point of view, as an imaginary camera, picks up and lingers over things like this in the room. We are invisible, anonymous intruders. We look. We listen. We note odors. But we are not physically present in the place, and we leave behind no traces. We follow the same rules, so to speak, as orthodox time travelers. We observe but we do not intervene.”

 

Sebagai pembaca kita tidak bisa mengusik karakter di dalamnya meskipun kita berada dalam posisi maha tahu. Pembaca hanya menyaksikan serangkaian kejadian yang mempertemukan karakter-karakter di dalamnya dalam diam. Sudut pandang ini juga memaksakan pembaca untuk berada dalam posisi netral ketika diperlihatkan pada sesuatu yang jahat karena kedudukan pembaca hanya sebagai pengamat yang tidak menghakimi dalam novel ini.

 

Model penceritaannya yang menggugah seperti ini tidak banyak ditemukan pada novelnya yang lain. Model ini membuat pembaca betah menjelajahi kota metropolitan Tokyo di malam hari hingga fajar. Novel After Dark juga cocok dibaca dalam sekali duduk, terlebih ketika malam tiba dan Anda berniat untuk berpetualang dalam ceritanya hingga pagi sesuai dengan jam yang tertera pada setiap babnya.

 

Novel After Dark sangat menggugah dengan pesan dan deskripsinya yang memperlihatkan betapa dekatnya kita dengan sisi jahat. Bahwa hidup kita bersisian di antara yang baik dan yang jahat melalui sekat yang sangat tipis. Tak jarang juga sisi jahat itu bersinggungan dengan orang-orang baik di sisi yang lain tanpa diundang. Pengalaman membaca After Dark membuat kita sadar meskipun kita mengetahui sisi jahat itu, kita harus menerimanya di dunia ini sebagaimana dua sisi dari koin yang sama.

 

Penulisan novel After Dark yang kaya akan elemen-elemen khas Haruki Murakami serta halaman buku yang tidak terlalu tebal membuat novel ini terasa tepat sebagai bacaan permulaan sebelum menjelajahi dunia surealisme Haruki Murakami yang lain. Sesudah membaca novel After Dark rasanya tidak akan kaget lagi dengan segala keanehan yang terdapat pada novel best seller Haruki Murakami seperti 1Q84 ataupun The Wind Up Bird Chronicle.