Politeknik
Tempo – Program Studi Manajemen Pemasaran
Internasional menyelenggarakan workshop bertajuk “Youth Event
in Motion: Menjadi EO Muda yang Siap Berkembang” pada Jumat, 6 Februari
2026, bertempat di Ruang Opini Politeknik Tempo. Kegiatan ini bertujuan untuk
memperkenalkan dunia Event Organizer (EO) sekaligus menumbuhkan motivasi
bagi pelajar SMA/SMK sederajat agar berani memulai karier sejak usia muda.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan mahasiswa semester lima Prodi MPI, yaitu Nathanael Bagaskara dan Cyrill Adrian. Acara ini juga didukung oleh mahasiswa Prodi MPI lainnya yang bertindak sebagai panitia.
Kegiatan dihadiri oleh siswa-siswi SMA/SMK sederajat dari berbagai sekolah. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Prodi MPI, Dr. Ardiansyah, S.Kom., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapannya agar workshop ini dapat menjadi bekal hard skill dan soft skill bagi para peserta. Ia juga memperkenalkan Politeknik Tempo, khususnya Program Studi Manajemen Pemasaran Internasional, sebagai salah satu pilihan pendidikan lanjutan bagi para pelajar.
Pemateri pertama, Nathanael Bagaskara, membuka sesi dengan memaparkan rekam jejak pengalamannya di dunia Event Organizer. Bagas menekankan fokusnya pada industri MICE (Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions).
Menurutnya, industri MICE membuka peluang besar bagi mahasiswa maupun EO pemula melalui penyelenggaraan event berskala kecil hingga menengah dengan modal terbatas. Ia juga menyebutkan bahwa divisi support service seperti MC, registrasi, dan dokumentasi merupakan bidang yang relatif aman untuk dicoba oleh pemula.
Pemateri kedua, Cyrill Adrian, memulai materinya dengan berbagi pengalaman kariernya di dunia event. Ia menjelaskan berbagai manfaat penyelenggaraan event, antara lain untuk memperluas jaringan, sebagai alat promosi, sarana hiburan dan edukasi, serta sebagai media branding.
Dalam pemaparannya, Cyrill menekankan pentingnya proposal dalam penyelenggaraan event. Menurutnya, proposal merupakan senjata utama bagi EO karena berfungsi sebagai media komunikasi ide, alat perizinan, panduan kerja, bahan promosi, serta dokumen resmi.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan proposal diawali dengan penentuan konsep dan tujuan event, waktu dan tempat pelaksanaan, nama serta bentuk kegiatan, susunan kepanitiaan, target peserta, Rancangan Anggaran Biaya (RAB), hingga penawaran sponsor. Selain itu, terdapat enam aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan venue.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disertai pemberian cinderamata bagi peserta yang bertanya. Salah satu peserta, Susi dari SMA Sumpah Pemuda, menanyakan “Apakah kami yang masih duduk di bangku sekolah bisa memulai karier sebagai EO?”. Menanggapi hal tersebut, Bagas menyampaikan bahwa karier di dunia EO sangat memungkinkan dimulai sejak bangku sekolah, salah satunya melalui freelancer sebagai tenaga manpower. Cyrill juga menambahkan bahwa ia sendiri memulai karier EO melalui agensi manpower.
Workshop ditutup dengan sesi foto bersama narasumber, dosen Prodi MPI, serta seluruh peserta workshop.